Denny, Mau Apa Sebenarnya?
Ahmad Sihabudin, Dosen Komunikasi Lintas Budaya, FISIP, Untirta-Ilustrasi by AI-
Jadi, Denny mau apa?
Saya tidak tahu. Dan mungkin hanya Denny Indrayana sendiri yang tahu. Apakah ia benar-benar sedang memperjuangkan konstitusi? Apakah ia ingin Gibran mundur? Apakah ia sedang membangun tekanan politik? Apakah ia sedang menguji batas-batas konstitusi?
Atau sekadar ingin memastikan namanya kembali berada di tengah panggung politik nasional?
Saya tidak tahu. Tetapi publik berhak bertanya. Sebab ketika seseorang terus menerus tampil di panggung publik, publik juga berhak membaca pertunjukannya. Dan kalau boleh bercanda sedikit: Denny boleh saja melompat seperti kanguru dari satu isu ke isu lainnya. Tetapi hukum tidak boleh ikut melompat-lompat.
Hukum harus berjalan lurus. Demokrasi harus berjalan dewasa. Konstitusi harus berjalan sesuai prosedur. Dan para elite, kalau boleh meminta sedikit saja, berhentilah membuat negeri ini semakin berisik.
Sebab rakyat sudah cukup pusing. Jangan sampai suatu hari rakyat menyimpulkan bahwa para elite sedang berebut menjadi semakin “terhormat”, sementara rakyat justru semakin “terjepit”.
Dan kalau benar semua ini dilakukan atas nama cinta tanah air, ada satu pertanyaan sederhana yang sebaiknya dijawab: Apakah negeri ini sedang diselamatkan dari persoalan, atau hanya sedang disuguhi persoalan baru? Sebab Indonesia tidak kekurangan orang yang ingin menjadi penyelamat.
Indonesia hanya sedang membutuhkan lebih banyak orang yang mau menyelesaikan pekerjaan tanpa harus selalu mencari panggung
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: