Gadis di Kursi Nomor Tujuh
Ilustrasi cerpen Gadis di Kursi Nomor Tujuh-Ilustrasi by AI-
Dan dunia berhenti sejenak.
“Iya?”
Suaranya sederhana. Tidak dramatis. Tapi cukup untuk membuat otakku reboot total.
Aku lupa semua rencana.
“Ehm… itu… buku yang kamu baca… bagus?”
Bagus. Pertanyaan paling generik dalam sejarah percakapan manusia.
Dia melihat bukunya, lalu tersenyum.
“Lumayan. Tapi saya baru mulai.”
Aku mengangguk, pura-pura paham.
“Bagus, ya… kalau sesuatu baru dimulai.”
Kenapa aku bicara seperti pembawa acara motivasi?
Dia tertawa kecil.
“Mas sering naik bus ini?”
“Sering. Hampir setiap hari. Bahkan kadang saya merasa lebih akrab sama kursi bus daripada sama keluarga sendiri.”
Kenapa aku mengatakan itu?
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: