Deadline Adalah Cinta: Cara Dosen Menyayangi Kami

Deadline Adalah Cinta: Cara Dosen Menyayangi Kami

Ilustrasi Cerpen karya Ahmad Sihabudin-Istock.com-

Di grup WhatsApp, suasana berubah jadi euforia kecil.

“GILA GUE DAPET A-!!!”

“ANJIR SELAMAT BROOO”

“TERIMA KASIH PAK SUGANDHI ????”

Aku membaca chat itu sambil tersenyum tipis.

Rian menepuk bahuku. “Gimana, Mad. Masih benci sama dia?”

Aku berpikir sejenak.

“Masih,” jawabku jujur. “Tapi… gue ngerti sekarang.”

“Ngerti apa?”

Aku menatap gedung kampus, tempat segala drama ini terjadi.

“Mungkin,” kataku pelan, “kebaikan itu memang kadang nyamar jadi penderitaan.”

Rian mengangguk.

“Tapi tetap aja,” tambahku, “deadline seminggu buat 25 halaman itu… bukan kebaikan. Itu percobaan pembunuhan.”

Kami tertawa.

Dan di kejauhan, entah kenapa, aku merasa Pak Sugandhi tersenyum.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: