Deadline Adalah Cinta: Cara Dosen Menyayangi Kami
Ilustrasi Cerpen karya Ahmad Sihabudin-Istock.com-
Penjelasan itu, entah kenapa, justru masuk akal.
*******
Puncaknya terjadi di minggu keenam.
Hari itu, Pak Sugandhi masuk kelas dengan aura yang berbeda. Lebih tenang. Lebih… berbahaya.
“Baik,” katanya sambil membuka laptop. “Saya lihat kalian sudah mulai terbiasa dengan ritme kelas ini.”
Kami tidak menjawab. Karena kami tahu, itu bukan pertanyaan.
“Saya ingin meningkatkan level kalian.”
Jantungku langsung berdebar.
“Maka,” lanjutnya, “kalian akan mengerjakan proyek kelompok.”
Kami sedikit lega. Kelompok. Artinya bisa berbagi penderitaan.
“Tiap kelompok terdiri dari dua orang.”
Kami mulai curiga.
“Dan setiap kelompok harus membuat paper sepanjang minimal 25 halaman, presentasi, serta video dokumenter.”
Sunyi.
Bahkan suara sendok jatuh di kantin sebelah pun terdengar jelas.
“Deadline?” tanya seseorang dengan suara gemetar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: