“Senang ngobrol sama kamu.”
“Saya juga.”
Dia melangkah menuju pintu. Lalu berhenti, berbalik, dan berkata:
“Besok kamu naik bus ini lagi?”
Aku mengangguk terlalu cepat.
“Iya. Pasti.”
“Ya sudah. Sampai besok.”
Dan dia turun.
*********Bus kembali berjalan.
Aku duduk diam.
Tiba-tiba semua terasa berbeda. Kursi yang sama, jalan yang sama, bahkan ayam yang sama, tapi dunia terasa sedikit lebih cerah.
Bapak di sampingku menyenggol siku.
“Gimana, Mas? Lumayan kan?”
Aku tersenyum.
“Lumayan, Pak.”
“Namanya siapa?”