Aku lupa semua rencana.
“Ehm… itu… buku yang kamu baca… bagus?”
Bagus. Pertanyaan paling generik dalam sejarah percakapan manusia.
Dia melihat bukunya, lalu tersenyum.
“Lumayan. Tapi saya baru mulai.”
Aku mengangguk, pura-pura paham.
“Bagus, ya… kalau sesuatu baru dimulai.”
Kenapa aku bicara seperti pembawa acara motivasi?
Dia tertawa kecil.
“Mas sering naik bus ini?”
“Sering. Hampir setiap hari. Bahkan kadang saya merasa lebih akrab sama kursi bus daripada sama keluarga sendiri.”
Kenapa aku mengatakan itu?
Dia tertawa lagi. Kali ini lebih lepas.
Dan tiba-tiba, semuanya terasa lebih ringan.
*********Kami mulai berbicara.
Tentang hal-hal kecil: cuaca, rute bus yang suka berubah, dan kenapa selalu ada satu penumpang yang berbicara terlalu keras di telepon.