Di Ujung Nada Dering yang Tak Pernah Datang
Ilustrasi Cerpen Karya Ahmad Sihabudin-Ilustrasi by AI-
“Seperti apa?”
“Apa saja. Tentang hari ini.”
Bima akan bercerita tentang kantor, tentang hujan, tentang kucing yang sering tidur di depan kontrakannya. Larasati akan tertawa, lalu menceritakan kota barunya yang lebih ramai, jalan-jalan yang belum ia hafal, dan teman-teman baru yang mulai ia kenal.
Kadang percakapan itu berakhir dengan keheningan kecil.
“Bima?”
“Iya?”
“Aku kangen.”
Kalimat itu dulu terasa seperti musik yang lembut di telinganya.
Namun lambat laun, nada dering telepon mulai jarang terdengar.
Awalnya hanya karena kesibukan. Larasati sering lembur. Kadang ia terlalu lelah untuk menelepon.
“Besok ya,” katanya suatu malam.
Besok berubah menjadi beberapa hari.
Beberapa hari berubah menjadi minggu.
Dan kini, tiga bulan sudah berlalu.
********
Pukul sebelas malam.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: