Gadis di Kursi Nomor Tujuh

Gadis di Kursi Nomor Tujuh

Ilustrasi cerpen Gadis di Kursi Nomor Tujuh-Ilustrasi by AI-

Bus yang sama. Kursi nomor tujuh. Mira yang kadang sudah duduk lebih dulu, kadang datang belakangan sambil sedikit terengah. Kami mulai punya kebiasaan kecil: saling menyapa tanpa canggung, berbagi cerita yang makin lama makin tidak penting tapi justru terasa penting.

Dari “hari ini panas ya” sampai “kenapa hidup kadang kayak sinetron tapi tanpa iklan.”

Dan aku mulai merasa… ini bukan lagi sekadar kebetulan.

Ini semacam jadwal tetap yang lebih sakral dari jam kerja.

********

Suatu pagi, sesuatu terasa berbeda.

Kursi nomor tujuh kosong.

Aku duduk. Menunggu.

Satu halte lewat.

Dua halte lewat.

Tidak ada Mira.

Aku mulai gelisah. Bahkan bapak yang biasa jadi komentator hidupku ikut memperhatikan.

“Belum datang ya?” katanya.

Aku menggeleng.

“Biasanya kalau orang telat, ada dua kemungkinan,” lanjutnya bijak.

“Macet… atau jatuh cinta di tempat lain.”

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: