Gadis di Kursi Nomor Tujuh
Ilustrasi cerpen Gadis di Kursi Nomor Tujuh-Ilustrasi by AI-
Aku menatapnya ngeri.
“Pak, jangan nambah beban hidup saya.”
Bus terus berjalan.
Dan untuk pertama kalinya, perjalanan ini terasa… panjang dan agak menyedihkan.
*********
Hari kedua.
Masih tidak ada Mira.
Hari ketiga.
Aku mulai curiga ini bukan sekadar kebetulan.
Hari keempat.
Aku bahkan sudah hafal pola duduk penumpang lain. Termasuk ayam itu, yang ternyata bernama “Bambang” menurut pemiliknya. Hidupku jelas sedang kehilangan fokus.
“Mas,” kata bapak itu lagi, “cinta itu seperti bus.”
Aku menatapnya, setengah berharap dapat pencerahan.
“Kalau kelewatan… ya naik yang berikutnya.”
“Itu bukan bijak, Pak. Itu menyakitkan.”
*********
Hari kelima.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: