Dunia Sastra Indonesia Kembali Berduka Usai Kepergian Joko Pinurbo, Bagaimana Sosok Jokpin di Mata Penggemar?

Dunia Sastra Indonesia Kembali Berduka Usai Kepergian Joko Pinurbo, Bagaimana Sosok Jokpin di Mata Penggemar?

Penyair Joko Pinurbo-instagram @jokopinurbo-

INFORADAR.ID - Kepergian Philipus Joko Pinurbo menyisahkan duka yang mendalam bagi dunia sastra tanah air. Belum lepas dari ingatan kita usai kepergian Sapardi Djoko Damono, kini dunia sastra Indonesia dikejutkan kembali dengan kepergian sosok sastrawan senior yang dikenal dengan karyanya yang penuh makna dan keunikan. Pujangga legendaris kelahiran Sukabumi, 11 Maret 1962 ini menghembuskan nafas terakhirnya pada usianya yang ke-61 tahun. 

Setelah cukup lama terbaring di Rumah Sakit Panti Rapih, Yogyakarta akibat sakit pada paru-paru yang dideritanya, sastrawan senior itu dinyatakan meninggal dunia pada hari Sabtu, 27 April 2024 pukul 06.03 WIB yang kemudian semayamkan di Rumah Duka Perkumpulan Urusan Kematian Yogyakarta (PUKY) di Jalan PGRI, Sonosewu, Kasihan, Bantul. Jenazahnya kemudian dikebumikan di Pemakaman Demangan, Ngemplak, Sleman pada hari Minggu, 28 April 2024 pada pukul 10.00 WIB. 

Meskipun kepergiannya memberikan duka yang mendalam bagi dunia sastra tanah air, Joko Pinurbo tetap akan hidup abadi di hati penggemar sastra dalam karya-karyanya yang menginspirasi. Perpaduan karya Jokpin yang mencampurkan unsur humor dan ironi dalam penggambaran puisinya menciptakan karya jenaka. Namun, tetap memberikan amanat yang mendalam akan realitas sosial masyarakat saat ini. 

Dini Fitriyani, salah satu penggemar karya Joko Pinurbo turut merasakan kehilangan sosok penyair legendaris itu. Mahasiswi prodi akuntansi sekaligus duta literasi Untirta ini melihat sosok Joko Pinurbo sebagai seorang seniman dan penyair yang memiliki kemampuan luar biasa dalam merangkai setiap sajak-sajaknya menjadi karya yang mampu menggugah hati penikmatnya, menghipnotis pembaca untuk masuk kedalam setiap bait kata yang ia buat. 

“Kepergian Joko Pinurbo pasti meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak orang, termasuk saya. Rasanya sedih karena kehilangan salah satu tokoh penting sastra Indonesia yang telah memberikan kontribusi begitu besar melalui karyanya. Namun, tentu warisan dan inspirasi dalam karya-karya almarhum akan tetap hidup dalam hati kita. Jangan lupa lestarikan karya-karyanya ya, bagus-bagus sekali soalnya,” jelas Dini.

Dini juga melihat bahwa kehadiran Joko Pinurbo telah memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan sastra tanah air. Melalui karya yang dibuatnya terutama puisi seringkali menjadi sumber inspirasi bagi para seniman dan sastrawan lain. Gaya bahasa dalam setiap karyanya memiliki kekhasan tersendiri melalui cara beliau menggabungkan unsur humor dengan kedalaman emosional yang diberikan dalam sentuhan tulisannya. 

“Di Acara Literary Art Festival Sleman saya berkesempatan bertemu langsung dengan allmarhum dan disana beliau membacakan beberapa puisinya. Saya sangat terkesan dengan cara beliau menyampaikan puisi-puisinya dengan begitu memukau, itu pengalaman yang meninggalkan kesan mendalam tentang kekuatan kata-kata dalam penyampaian makna yang beliau bawakan,” Ungkap Dini. 

Setiap karya Joko Pinurbo memberikan pesan yang mendalam untuk ditelusuri, salah satunya tentang pentingnya melihat kehidupan dengan humor sekalipun dalam situasi yang sulit karena pada dasarnya kehhidupan tidak perlu terlalu dirisaukan.

“Salah satu karya Joko Pinurbo yang sangat membekas di hati saya adalah puisinya yang berjudul “Tuhan Datang Malam ini”. Puisi ini menggambarkan kerumitan manusia dalam mencari makna dan kedamaian dalam kehidupan yang penuh dengan kegelisahan dan kesendirian.” Jelas Dini. 

Stefhani GenRB

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: