Ritual Senja di Pasar yang Tak Ada

Ritual Senja di Pasar yang Tak Ada

Ilustrasi Cerpen Ahmad Sihabudin-Ilustrasi by AI-

Darma berdiri lama di sana.

Aneh, pikirnya. Rasa sakit itu masih ada, tapi tidak lagi menghancurkan. Seperti luka yang akhirnya berhenti berdarah.

Ia mengeluarkan kain lusuh dari tasnya.

Lalu, dengan tangan yang gemetar, ia membentangkannya di atas pasir.

Kain itu tak pernah selesai dijahit.

Benangnya terputus di banyak tempat.

Darma tersenyum tipis.

“Tidak semua hal harus diselesaikan,” gumamnya.

Ia melipat kembali kain itu, bukan untuk diperbaiki, tapi untuk disimpan.

Sebagai bagian dari cerita yang pernah hidup.

*******

Sejak hari itu, Darma tidak pernah kembali ke Pasar Kramat Watu.

Bukan karena ia lupa jalannya.

Melainkan karena ia tidak lagi membutuhkannya.

Namun orang-orang desa kadang berkata, pada malam tertentu, saat angin membawa aroma rempah dari laut, ada seseorang yang terlihat berjalan di tepi pantai, membawa sesuatu yang tak terlihat oleh orang lain.

Dan jika kau cukup dekat, kau mungkin akan mendengar bisikan pelan:

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: