Ritual Senja di Pasar yang Tak Ada

Ritual Senja di Pasar yang Tak Ada

Ilustrasi Cerpen Ahmad Sihabudin-Ilustrasi by AI-

Kata itu terasa seperti luka yang terbuka.

“Aku akan melepaskanmu.”

Ratih tersenyum, untuk pertama kalinya, benar-benar tersenyum.

“Terima kasih.”

Perlahan, sosoknya mulai memudar, seperti kabut yang tersapu angin.

“Ratih!” Darma memanggil.

Perempuan itu berhenti sejenak.

“Ya?”

“Kalau di kehidupan lain… apakah kita bisa bersama?”

Ratih menatapnya, dan untuk sesaat, dunia terasa hening.

“Mungkin,” katanya. “Jika kita tidak saling meminta hal yang mustahil.”

Lalu ia menghilang.

*******

Pagi datang tanpa suara.

Pasar itu sudah tidak ada.

Hanya pantai kosong, angin laut, dan jejak kaki yang perlahan terhapus ombak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: