Disway Award

Sidang Kecil di Ruang Besar Bernama Kampus: Catatan KKN dari Ruang Ujian Hingga Pesisir Karangsepi

Sidang Kecil di Ruang Besar Bernama Kampus: Catatan KKN dari Ruang Ujian Hingga Pesisir Karangsepi

Ilustrasi cerpen dengan nuansa perkampungan-Freepik-

Pak Ujang memastikan satu hal terakhir.

“Jangan lupa, sebelum berangkat, semua harus kumpul fotokopi KTP, KTM, BPJS, surat sehat, dan surat pernyataan tidak menikah selama KKN.”

Mahasiswa saling pandang.

“Pak… itu kenapa?”

Pak Ujang tersenyum misterius.

“Pengalaman.”

*********

Desa Karangsepi yang Tidak Sepi

Perjalanan ke Desa Karangsepi memakan waktu hampir delapan jam. Jalan berliku, sinyal hilang-timbul, dan satu jembatan kayu yang membuat bus kampus berhenti selama lima belas menit untuk “musyawarah sopir”.

Saat tiba, yang pertama menyambut mereka bukan kepala desa, melainkan bau laut, angin keras, dan anak-anak yang tertawa tanpa peduli IPK.

“Kampus jauh, ya?” tanya seorang nelayan sambil memperbaiki jaring.

“Lumayan, Pak,” jawab mahasiswa.

Nelayan itu tersenyum.

“Kalau jauh, berarti niatnya besar.”

Kalimat sederhana itu membuat beberapa mahasiswa terdiam. Di kampus, niat selalu diukur dari proposal.

Balai Desa Karangsepi menjadi posko KKN. Bangunannya sederhana, catnya mengelupas, tapi dindingnya penuh foto kegiatan warga: gotong royong, laut pasang, panen ikan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: