Sidang Kecil di Ruang Besar Bernama Kampus: Catatan KKN dari Ruang Ujian Hingga Pesisir Karangsepi
Ilustrasi cerpen dengan nuansa perkampungan-Freepik-
Bu Rini tersenyum tipis.
“Tapi kemasan dan cerita bisa meningkatkan nilai tambah, Pak.”
Pak Darman menghela napas panjang.
“Nilai tambah yang utama itu kepatuhan.”
Pak Ujang menggeser kursi sedikit.
“Proposal ini jilidannya spiral. Aturan fakultas jilid lem panas.”
Mahasiswa tercekat.
“Pak… lem panas di koperasi habis.”
Pak Ujang mencatat sesuatu di kertas kecil.
“Catatan penting.”
Catatan itu tampak lebih berat dari seluruh teori pemberdayaan yang mereka pelajari selama enam semester.
Kelompok keempat tampil beda, mereka tidak membawa slide, hanya membawa satu lembar kertas.
“Kami ingin KKN yang sederhana, Pak,” kata ketuanya.
“Belajar dari nelayan, membantu apa yang bisa, tanpa banyak jargon.”
Ruang rapat mendadak hening.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
