Sidang Kecil di Ruang Besar Bernama Kampus: Catatan KKN dari Ruang Ujian Hingga Pesisir Karangsepi
Ilustrasi cerpen dengan nuansa perkampungan-Freepik-
Ibu itu tertawa.
“Kalau laut sedang bicara keras, kita dengarkan saja.”
Di saat itu, semua teori komunikasi lintas budaya, partisipasi, dan pemberdayaan terasa menemukan tubuhnya.
***********
Minggu terakhir KKN, dosen pembimbing datang berkunjung. Pak Darman ikut.
Ia melihat mahasiswa yang dulu gugup kini cekatan membantu warga.
“Bagaimana KKN-nya?” tanya Pak Darman.
Ketua kelompok menjawab jujur.
“Kami banyak belajar, Pak. Dan banyak salah.”
Pak Darman terdiam. Angin laut menerpa jasnya yang terlalu rapi untuk Karangsepi.
Pak Ujang tidak ikut. Ia sibuk di kampus, memastikan laporan akhir sesuai margin kiri-kanan.
**********
Saat perpisahan, Pak Lurah berkata,
“Kami tidak tahu nilai kalian berapa. Tapi kalian sudah jadi bagian cerita desa ini.”
Mahasiswa menahan haru.
Di bus pulang, seseorang berkata pelan,
“Mungkin KKN itu bukan tentang mengabdi, tapi belajar tidak merasa lebih tahu.”
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
