Disway Award

Sidang Kecil di Ruang Besar Bernama Kampus: Catatan KKN dari Ruang Ujian Hingga Pesisir Karangsepi

Sidang Kecil di Ruang Besar Bernama Kampus: Catatan KKN dari Ruang Ujian Hingga Pesisir Karangsepi

Ilustrasi cerpen dengan nuansa perkampungan-Freepik-

Kepala Desa, Pak Lurah Sarka, menyambut mereka tanpa podium.

“Kami senang kalian datang,” katanya.

“Tapi jangan repot-repot ingin mengubah kami. Kami sudah cukup berubah oleh laut.”

Mahasiswa kelompok branding ikan asin saling pandang. Slide mereka mendadak terasa terlalu mengkilap.

**********

Hari-hari pertama KKN penuh kejadian kecil yang tak pernah ada di modul.

Kelompok mitigasi bencana justru belajar dari nelayan tua yang bisa membaca tanda ombak dari bau angin.

Kelompok digital marketing kebingungan karena sinyal hanya muncul di satu batu besar dekat pantai, yang konon “dipilih” oleh provider secara spiritual.

Kelompok “sederhana” justru paling sibuk: ikut melaut, membantu menjemur ikan, mendengar cerita warga tanpa mencatat apa pun.

“Kenapa tidak dicatat?” tanya mahasiswa lain.

“Kami takut cerita ini mengecil kalau masuk laporan,” jawab mereka.

***********

Suatu malam, hujan deras turun. Ombak besar. Listrik padam.

Mahasiswa berkumpul di posko, gelap, hanya ditemani lampu minyak.

Di luar, warga tetap tenang.

“Kalian takut?” tanya seorang ibu sambil membuat kopi.

“Sedikit, Bu.”

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: