Disway Award

Gen Z Baru Sadar: Sukses Tak Cuma Soal Mindset, Privilege Ikut Menentukan

Gen Z Baru Sadar: Sukses Tak Cuma Soal Mindset, Privilege Ikut Menentukan

Privillage untuk bervalue-Pinterest/Pictures Wallpappers-

INFORADAR.ID — Narasi “sukses itu soal mindset” sudah lama berseliweran di media sosial, seminar motivasi, hingga konten pengembangan diri.

Namun belakangan, generasi Z mulai diperkenalkan pada sudut pandang lain: bahwa privilege juga memainkan peran besar dalam menentukan apakah seseorang bisa benar-benar “naik kelas” dalam hidup.

Pemikiran ini pun memantik reaksi beragam, terutama dari mahasiswa yang sebelumnya meyakini bahwa pola pikir positif dan kerja keras adalah kunci utama kesuksesan.

Ketika pertama kali mendengar konsep mindset privilege, sebagian mengaku kaget dan mulai merefleksikan pengalaman hidup mereka sendiri.

BACA JUGA:Rahasia IQ Tinggi Balita: Santap Makanan Sederhana Ini Setiap Hari

BACA JUGA:OpenAI Hadirkan Fitur Lockdown Mode di ChatGPT, Tingkatkan Keamanan Data Pengguna

Kenan Arya, mahasiswa semester enam mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, mengaku baru memahami konsep tersebut setelah melihat diskusi di media sosial.

“Awalnya aku mikir sukses ya tinggal niat, usaha, sama konsisten. Tapi pas denger soal privilege, aku jadi mikir ulang. Ternyata banyak hal yang selama ini aku anggap normal, tapi nggak semua orang punya,” ujarnya.

Kenan mencontohkan kemudahan akses internet, dukungan orang tua, hingga waktu luang untuk mengikuti organisasi atau magang sebagai bentuk privilege yang sering tidak disadari.

“Ada temen yang sama-sama rajin, tapi dia harus kerja sambil kuliah. Otomatis fokus dan peluangnya beda. Di situ aku baru sadar, mindset aja gak cukup,” tambahnya.

BACA JUGA:Moana Live-Action Siap Tayang 10 Juli 2026, Dwayne Johnson Kembali Jadi Maui

BACA JUGA:Dahlan Iskan Menangkan Gugatan Melawan Jawa Pos

Pandangan serupa disampaikan Bimantoro, mahasiswa Universitas Pamulang yang juga baru pertama kali mengenal istilah mindset privilege. Ia mengaku selama ini sering menyalahkan diri sendiri saat merasa tertinggal.

“Aku dulu mikir, ‘berarti mindset aku kurang kuat.’ Tapi setelah tau soal privilege, aku jadi lebih paham kalau kondisi tiap orang beda. Ada yang start-nya memang lebih depan,” katanya.

Meski begitu, Bima menegaskan bahwa mindset tetap memiliki peran penting, terutama dalam memanfaatkan peluang yang ada.

“Privilege tanpa mindset juga bisa kebuang. Tapi mindset tanpa privilege bikin jalannya lebih berat. Jadi menurutku, sukses itu kombinasi keduanya,” ujarnya.

Diskusi soal mindset dan privilege ini dinilai relevan di tengah tekanan sosial yang dihadapi Gen Z. Standar sukses yang kerap dipamerkan di media sosial sering kali hanya menampilkan hasil akhir, tanpa memperlihatkan proses dan kondisi awal masing-masing individu.

Bagi mahasiswa Gen Z yang baru mengenal konsep ini, pemahaman tentang privilege bukan untuk mencari pembenaran atau menyalahkan keadaan, melainkan untuk membangun perspektif yang lebih adil dan realistis.

Sukses tak lagi dipandang sekadar soal berpikir positif, tetapi juga tentang menyadari posisi, kesempatan, dan bagaimana sistem ikut membentuk perjalanan hidup seseorang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: