Gaya Hidup Sederhana, Cerita Hidup Minimalisme Ala Anak Kos
Ilustrasi hidup minimalis.--Pinterest/Sahrul ddv
INFORADAR.ID - Hidup sebagai anak kos sering kali identik dengan kamar sempit, uang bulanan pas-pasan, dan godaan belanja online yang datang hampir setiap hari. Dari diskon tengah malam sampai flash sale tanggal kembar, semua terasa menggiurkan.
Tanpa disadari, kamar kos penuh barang, tapi kebutuhan utama justru sering terabaikan. Di tengah kondisi itu, gaya hidup minimalis mulai dilirik anak kos sebagai cara hidup yang lebih sederhana dan masuk akal.
Tri Ayuningsih, salah satu anak kos yang mencoba menerapkan gaya hidup minimalis. Baginya, minimalisme menjadi cara bertahan hidup agar tidak kewalahan secara mental maupun finansial.
BACA JUGA:Tak Mau Tua Susah, Generasi Z Mulai Nabung Sejak Dini untuk Bekal Masa Lansia
BACA JUGA:Social Battery Menipis? Tips Survival Mahasiswa Introvert Hadapi Aktivitas Kampus
“Buat aku, minimalisme itu hidup secukupnya. Punya barang yang benar-benar dipakai dan dibutuhkan,” ujar Tri. Ia menambahkan bahwa minimalisme versi anak kos sangat erat kaitannya dengan kondisi dompet. “Biar nggak bokek di tengah bulan,” tambahnya sambil tertawa.
Ketertarikan Tri pada minimalisme berawal dari pengalaman sederhana di hidupnya. Lemari bajunya penuh, kamar kos terasa sesak, tapi setiap pagi ia tetap bingung mau pakai baju apa.
Di sisi lain, uang bulanan sering habis untuk hal-hal yang ternyata tidak terlalu penting. Dari situ, Tri mulai mempertanyakan kebiasaan belanjanya selama ini.
BACA JUGA:Fenomena Birthday Blues: Saat Ulang Tahun Tak Selalu Membawa Bahagia
BACA JUGA:Liburan Versi Ringan, Mahasiswa Nikmati Suasana dan Cari Hiburan di Royal Baroe
Perubahan pertama yang ia lakukan bukan langsung membuang banyak barang, melainkan mengubah pola pikir saat berbelanja. “Dulu dikit-dikit checkout. Sekarang aku biasakan mikir dulu, ini butuh atau cuma pengen?” katanya.
Setelah itu, Tri mulai memilah barang-barang di kamarnya dan menyadari bahwa banyak di antaranya jarang, bahkan tidak pernah, dipakai.
Salah satu barang yang menurutnya paling terasa dampaknya adalah pakaian. Ia mengaku dulu sering membeli baju yang hanya dipakai sekali, biasanya untuk foto atau acara tertentu. “Awalnya ngerasa penting, tapi lama-lama cuma numpuk dan bikin kamar makin sempit,” ujarnya.
BACA JUGA:Dicap Malas? Ini 9 Kebiasaan Gen Z yang Sering Disalahartikan Generasi Boomer
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
