Perpustakaan Jadi Ruang Favorit, Minat Membaca Kian Berkembang
Perpustakaan kembali ramai dikunjungi anak muda dan semua kalangan --
INFORADAR.ID - Di tengah gempuran konten digital dan media sosial, kebiasaan membaca buku perlahan kembali dilirik. Sejumlah ruang baca dan perpustakaan kini mulai ramai dikunjungi, terutama oleh kalangan mahasiswa yang menjadikan aktivitas membaca sebagai cara alternatif mengisi waktu luang sekaligus menenangkan pikiran.
Fenomena ini terlihat di beberapa perpustakaan kampus dan ruang baca umum yang tidak lagi identik dengan suasana sepi. Rak-rak buku, meja baca, hingga sudut diskusi kini sering dipenuhi pengunjung yang datang sendiri maupun berkelompok.
Mereka memanfaatkan fasilitas perpustakaan bukan hanya untuk mengerjakan tugas, tetapi juga sekadar membaca buku non-akademik seperti novel, esai, hingga buku pengembangan diri.
Linda Arum, mahasiswi Universitas Serang Raya (Unsera), mengaku mulai rutin menghabiskan waktu di perpustakaan sejak beberapa bulan terakhir. Menurutnya, membaca buku secara langsung memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan membaca lewat layar gawai.
“Aku ngerasa baca buku langsung itu lebih enak aja sih mungkin karena aku orang nya extrovert jadi kalo energi aku habis ngisi lagi nya dengan baca buku" ujar Linda
Linda mengatakan, kebiasaannya membaca di perpustakaan awalnya hanya untuk menyelesaikan tugas kuliah. Namun seiring waktu, ia justru menemukan kenyamanan tersendiri saat membaca buku di ruang baca. Ia pun mulai meluangkan waktu khusus untuk datang ke perpustakaan, meski tidak selalu membawa tugas.
Selain untuk menambah wawasan, membaca buku di perpustakaan juga menjadi cara Linda untuk mengurangi waktu bermain gawai. Ia menilai, suasana perpustakaan membantu membangun kebiasaan membaca yang lebih konsisten dibandingkan membaca di rumah atau di tempat ramai.
Secara tidak langsung, Linda menilai tren ini juga dipengaruhi oleh kejenuhan anak muda terhadap media sosial. Aktivitas membaca dianggap sebagai bentuk jeda dari rutinitas digital yang padat.
“Kadang capek sama bosen juga ya nonton hp terus, jadi ke perpustakaan itu kayak ngisi waktunya gabut dan healing kecil-kecilan aja sih” tambahnya.
Peningkatan minat baca ini juga didukung oleh fasilitas perpustakaan yang kini lebih nyaman dan ramah pengunjung. Banyak perpustakaan menyediakan ruang baca dengan pencahayaan baik, tempat duduk yang nyaman, hingga koleksi buku yang lebih variatif dan relevan dengan minat pembaca masa kini.
Tren membaca buku di perpustakaan menunjukkan adanya perubahan cara anak muda memanfaatkan ruang publik. Perpustakaan tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang refleksi, belajar, dan menenangkan diri. Di tengah kehidupan yang serba cepat, aktivitas sederhana seperti membaca justru kembali menemukan tempatnya di kalangan generasi muda.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
