Perempuan yang Menyimpan Malam di Kulitnya
Ilustrasi Cerpen Perempuan yang Menyimpan Malam di Kulitnya-Istock/Pinkomelet-
Ia tersenyum. Senyum yang tidak mengundang, tapi juga tidak menolak.
“Tidak,” katanya. “Kau hanya mengenali dirimu sendiri.”
Aku terdiam. Ada sesuatu dalam caranya mengucapkan kalimat itu, tenang, yakin, tanpa keinginan untuk meyakinkan. Seperti seseorang yang sudah lama berdamai dengan kuasanya.
*************
Aku mulai mengikutinya. Tidak selalu dekat, tidak selalu jauh. Seperti bayangan yang tahu kapan harus menempel, kapan harus menghilang. Di setiap kota, Sekarwangi meninggalkan jejak: pandangan yang tertinggal, napas yang berubah, mimpi-mimpi yang terlalu nyata.
Di kamar penginapan murah, kami duduk berhadapan. Tidak saling menyentuh. Tapi udara di antara kami terasa berat, padat oleh sesuatu yang tak terucap. Ia menyilangkan kaki, gaunnya sedikit tersibak, bukan dengan sengaja, justru karena ia tidak peduli.
“Apa yang kau cari dariku?” tanyanya.
Aku ingin menjawab: tubuhmu. Tapi itu bohong. Yang kucari adalah rasa tersesat yang ia tawarkan tanpa janji untuk ditemukan.
“Kebenaran,” kataku akhirnya.
Ia tertawa kecil. “Kebenaran tidak pernah telanjang. Ia selalu memakai simbol.”
******************
Malam itu, ia menyentuhku untuk pertama kali. Bukan pada bagian yang kau bayangkan. Jarinya hanya menempel di pergelangan tanganku, ringan, nyaris sopan. Tapi sentuhan itu seperti membuka pintu yang selama ini tertutup rapat. Dari telapak tangannya, aku merasakan panas yang aneh, lalu dingin, lalu sesuatu yang berdenyut.
Asap tipis naik dari kulitnya. Hitam. Pelan. Nyata.
Aku menelan ludah. “Apa itu?”
“Luka,” jawabnya singkat.
Asap itu bergerak mengikuti napasnya. Seolah tubuh Sekarwangi adalah perapian bagi kenangan yang tak pernah padam. Aku ingin menarik tangan itu ke tubuhku, menempelkannya di dada, di leher, di tempat-tempat yang selama ini sepi. Tapi ia melepaskannya lebih dulu.
“Jangan,” katanya. “Kau belum siap kehilangan dirimu.”
**************
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: