Ritual Senja di Pasar yang Tak Ada
Ilustrasi Cerpen Ahmad Sihabudin-Ilustrasi by AI-
Lalu ia teringat cerita neneknya.
Tentang pasar yang hanya muncul bagi mereka yang membawa rindu.
*******
Pasar itu muncul saat senja hampir padam.
Tidak ada gerbang, tidak ada penanda. Tiba-tiba saja, di antara batu karang dan pasir basah, berdiri deretan lapak dengan lampu minyak yang berpendar redup. Bau rempah bercampur dengan angin laut. Suara orang berbicara terdengar jauh, seperti datang dari masa lalu.
Darma melangkah pelan.
Setiap lapak menjual sesuatu yang aneh: botol berisi kenangan, anyaman yang katanya bisa mengikat janji, dan segenggam tanah yang konon berasal dari tempat seseorang pertama kali jatuh cinta.
Namun ada satu lapak yang membuatnya berhenti.
Seorang perempuan tua duduk di sana, dengan empat mangkuk kecil di hadapannya. Masing-masing berisi daun yang berbeda.
“Sudah lama kau mencari,” katanya tanpa menoleh.
Darma terdiam. “Saya… ingin menemukan seseorang.”
“Semua orang di sini ingin menemukan sesuatu,” jawabnya. “Tapi tidak semua siap membayar harganya.”
Perempuan itu menunjuk ke empat mangkuk.
“Pilihlah. Tapi ingat, setiap pilihan adalah bagian dari perjalananmu.”
Darma menatap isi mangkuk itu.
Daun pertama berwarna hijau terang, harum lembut.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: