Jebakan Perbandingan Digital: Mengapa Gen Z Sering Membandingkan Garis 'Start' Sendiri dengan Garis 'Finish' O
Jebakan gen z-Pinterest-
INFORADAR.ID – Di era di mana keberhasilan seseorang bisa diakses hanya dengan satu kali usapan layar, muncul sebuah fenomena psikologis yang kian mengkhawatirkan kecenderungan untuk membandingkan awal perjalanan pribadi dengan puncak kejayaan orang lain.
Fenomena ini menjadi sangat nyata bagi Generasi Z, yang tumbuh besar di tengah riuhnya etalase pencapaian di media sosial.
Secara psikologis, manusia memang memiliki dorongan alami untuk melakukan perbandingan sosial. Namun, yang menjadi aneh dan tidak adil adalah subjek perbandingannya.
Banyak anak muda saat ini merasa tertinggal atau gagal hanya karena mereka masih berada di tahap persiapan (garis start), sementara mereka terus-menerus terpapar pada hasil akhir (garis finish) dari individu yang mungkin sudah berjuang selama bertahun-tahun.
BACA JUGA:Tips Makanan dan Minuman untuk Penderita GERD saat Berbuka dan Sahur
BACA JUGA:Tips Merawat Pakaian Brukat agar Tetap Cantik dan Tidak Mudah Rusak
Tekanan dari "Etalase" media sosial Bagi Gen Z, media sosial bukan sekadar alat komunikasi, melainkan ruang pamer pencapaian.
Di platform seperti LinkedIn atau Instagram, orang hanya akan mengunggah momen-momen kemenangan promosi jabatan, kelulusan, atau peluncuran bisnis yang sukses.
Jarang sekali ada yang membagikan proses jatuh bangun atau kegagalan yang dialami di balik layar.
Ketidakseimbangan informasi inilah yang menciptakan ilusi bahwa sukses itu instan. Akibatnya, banyak mahasiswa atau pekerja muda yang merasa depresi karena membandingkan "proses internal" mereka yang berantakan dengan "hasil eksternal" orang lain yang sudah dipoles rapi. Kesaksian Mahasiswa: "Serasa Balapan Tanpa Henti"
BACA JUGA:Berhenti Multitasking! Mengapa Otak Kita Justru Lebih Lambat Saat Melakukan Banyak Hal Sekaligus
BACA JUGA:Sering Dianggap Sepele, Ini 6 Kesalahan Saat Merawat Rambut Curly/ Keriting
Fenomena ini dirasakan secara nyata oleh para mahasiswa yang sedang berjuang di tengah tekanan akademik dan tuntutan masa depan.
Muhamad Ghaly Savero seorang mahasiswa semester akhir di UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, mengenai bagaimana media sosial memengaruhi kepercayaan dirinya
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
