Disway Award

Waspada! Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Hobi Overthinking dan Skenario Terburuk

Waspada! Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Hobi Overthinking dan Skenario Terburuk

Overthingking-Pinterest/Debbie Young-

INFORADAR.ID – Apakah Anda sering terjaga di tengah malam hanya untuk memikirkan kesalahan kecil yang terjadi tiga tahun lalu?

Atau mungkin, Anda sudah membayangkan rencana pemakaman sendiri hanya karena merasa sedikit pusing? Jika iya, Anda tidak sendirian.

Fenomena overthinking dan kecenderungan membayangkan skenario terburuk (catastrophizing) kini menjadi topik hangat di kalangan pengamat kesehatan mental.

Para ahli menyebutkan bahwa kebiasaan ini bukan sekadar "banyak pikiran", melainkan sering kali berakar pada ciri kepribadian tertentu.

BACA JUGA:Make up Filipina “Bebot” & “Kikay” Jadi Tren di TikTok, Ini Asal-usul dan Ciri Khasnya

BACA JUGA:Sahur Kreatif Ala Gen Z: Dangdut Koplo hingga Yel-Yel Suporter Ramaikan Ramadan

Berikut adalah 5 ciri kepribadian yang biasanya melekat pada para "ahli skenario" ini:

1. Perfeksionisme yang Tinggi

Orang yang overthinking sering kali memiliki standar yang sangat tinggi terhadap diri sendiri.

Baginya, tidak ada ruang untuk kesalahan. Akibatnya, mereka terus menganalisis setiap detail kecil untuk memastikan tidak ada yang meleset.

Ketakutan akan kegagalan inilah yang memicu otak untuk memutar skenario "bagaimana jika semuanya berantakan?" secara berulang-ulang.

BACA JUGA:Viral di Indonesia, Boygroup K-Pop “HAMIL” Tiba-tiba Umumkan Batal Debut

BACA JUGA:Fenomena Second Account di Media Sosial, Ruang Bebas Anak Muda untuk Menjadi Diri Sendiri

2. Memiliki Empati yang Sangat Dalam

Menariknya, banyak overthinker adalah orang yang sangat sensitif dan empati. Mereka sangat peduli pada perasaan orang lain dan bagaimana tindakan mereka memengaruhi lingkungan sekitar.

Hal ini sering membuat mereka membedah setiap percakapan: "Tadi dia tersenyum, tapi apakah itu senyum tulus atau dia tersinggung dengan ucapanku?"

3. Kebutuhan Besar akan Kendali (Need for Control)

Ketidakpastian adalah musuh terbesar bagi para pemikir berat. Membayangkan skenario terburuk sebenarnya adalah mekanisme pertahanan diri yang keliru untuk merasa "siap".

Dengan membayangkan hal paling pahit yang bisa terjadi, mereka merasa seolah-olah sudah memiliki kendali atas situasi tersebut jika benar-benar terjadi.

4. Imajinasi yang Sangat Aktif

Sisi positifnya, para overthinker biasanya adalah orang-orang yang kreatif. Mereka memiliki daya imajinasi di atas rata-rata.

Namun, alih-alih digunakan untuk menciptakan karya seni, energi kreatif ini justru digunakan untuk membangun "film horor" di dalam kepala mereka sendiri, lengkap dengan plot twist yang paling menyedihkan.

5. Kecenderungan Menganalisis Pola secara Berlebihan

Mereka adalah pengamat yang tajam. Jika ada perubahan kecil dalam perilaku seseorang seperti membalas pesan tanpa emoji.

Seorang overthinker akan segera menghubungkannya dengan berbagai kemungkinan negatif. Mereka mencari pola di tempat yang sebenarnya tidak ada pola apa pun.

Meski melelahkan, overthinking bisa dikelola dengan teknik grounding atau menyadari bahwa pikiran kita bukanlah kenyataan objektif. Fokus pada hal yang bisa dikendalikan saat ini adalah kunci utama.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: