Bus melambat.
Halte tempat dia biasanya turun.
Tapi kali ini, dia tidak berdiri.
“Kamu nggak turun?” tanyaku.
Dia menggeleng.
“Enggak.”
“Kenapa?”
Dia menatap ke depan, lalu kembali padaku.
“Aku pengin lihat… bus ini berhenti sampai mana.”
Aku tertawa kecil.
“Berbahaya itu. Bisa-bisa kita nyasar.”
Dia tersenyum.
“Kadang nyasar itu cara tercepat buat nemu sesuatu yang baru.”
Aku mengangguk.
“Termasuk…?”
Dia menatapku, sedikit menahan tawa.