Yang aku inginkan… adalah selamanya hidup bersamamu.”
Sasmita tersenyum.
Senyum yang membuat seluruh kota terasa lebih hangat.
Dan pada pagi itu, Arsa menyadari:
Ia tidak hanya hidup sekali.
Ia hidup dua kali.
Yang pertama ketika ia lahir.
Yang kedua ketika cinta menemuinya lagi.
Dan untuk keduanya, ia bersyukur.
Oleh Ahmad Sihabudin, Dosen Komunikasi Lintas Budaya, FISIP, Untirta