Gejala awal mirip flu umum:
- Demam tinggi mendadak
- Sakit kepala
- Nyeri otot
- Mual, muntah
- Sakit tenggorokan
Seiring perkembangan penyakit, virus dapat menyerang sistem saraf pusat, menyebabkan:
- Pusing dan kebingungan
- Mudah mengantuk atau penurunan kesadaran
- Kejang
- Ensefalitis (radang otak) yang cepat berkembang
- Komplikasi pernapasan berat yang bisa mengancam nyawa
Bagaimana Virus Nipah Menular?
Virus Nipah termasuk penyakit zoonotik, artinya menyerang hewan dan dapat menular ke manusia. Jalur penularannya antara lain:
- Kontak langsung dengan hewan terinfeksi: termasuk kelelawar buah atau hewan lain (seperti babi) yang menjadi perantaranya.
- Konsumsi makanan yang terkontaminasi: seperti buah atau nira yang bersentuhan dengan air liur, urin, atau ekskresi kelelawar.
- Kontak langsung antar manusia: terutama melalui cairan tubuh atau droplet pernapasan orang yang terinfeksi.
- Tenaga kesehatan yang merawat pasien tanpa perlindungan memadai juga berisiko tinggi tertular.
Virus Nipah adalah patogen zoonotik serius dengan potensi menyebabkan penyakit berat dan tingkat kematian tinggi. Meski belum meluas seperti pandemi besar lainnya, Nipah telah menyebabkan beberapa outbreak lokal berulang di Asia Selatan, termasuk kasus yang dilaporkan di India pada awal 2026.
Tidak adanya vaksin atau terapi khusus membuat deteksi dini, pengendalian penularan, serta kewaspadaan masyarakat menjadi langkah penting.