Tingkat Fatalitas Capai 70 Persen Kenali Gejala dan Penularan Virus Nipah
gejala dan penularan virus [email protected]
INFORADARID - Virus Nipah yang menyerang India menjadi kekhawatiran global karena tingkat fatalitasnya relatif tinggi dibanding penyakit menular lainnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, infeksi virus Nipah memiliki tingkat fatalitas kasus antara 40%-70%, menjadikanya salah satu patogen zoonotik paling mematikan yang masih mengancam kesehatan global
Virus Nipah pertama kali teridentifikasi saat wabah di peternakan babi di Sungai Nipah, Malaysia dan Singapura pada tahun 1999, yang membuat ratusan orang sakit dan banyak yang meninggal
Penularan ke manusia biasanya terjadi melalui kontak dengan hewan terinfeksi, konsumsi makanan yang tercemar oleh ekskresi kelelawar (misalnya nira atau air nira yang terkontaminasi), atau melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi.
Status Kasus Virus Nipah
WHO mencatat bahwa Nipah tidak tersebar luas secara global seperti beberapa virus lain, namun virus ini sering menyebabkan outbreak lokal di Asia Selatan, terutama di Bangladesh dan India.
Sejak awal 2025 hingga pertengahan tahun itu, Bangladesh melaporkan empat kasus fatal Nipah yang terjadi di berbagai distrik, masing-masing tidak saling terkait secara epidemiologis. Dari tahun 2001 hingga 2025, lebih dari 347 kasus telah dikonfirmasi di negara tersebut, dengan tingkat kematian sekitar 71,7 %.
Di India bagian selatan (terutama Kerala), Nipah juga berulang kali muncul dalam beberapa tahun terakhir, dengan laporan kasus sporadis antara tahun 2018 dan 2025 yang menunjukkan bahwa virus ini tetap menjadi ancaman lokal.
Kasus baru di Barat Bengal, India, pada awal 2026 juga dilaporkan oleh otoritas kesehatan setempat: meskipun jumlah kasus kecil dan terbatas pada klaster tertentu, respons cepat petugas kesehatan dipicu untuk mencegah penyebaran yang lebih luas.
BACA JUGA:Sehat Itu Baik: Tubuh Kita, Tanggung Jawab Kita
BACA JUGA:Film Rahasia Rasa: Ketika Masakan Menjadi Bahasa Perasaan
Upaya Indonesia dan Internasional dalam Kewaspadaan Virus Nipah
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan RI telah meningkatkan kewaspadaan meskipun sampai awal 2026 belum ada kasus Nipah yang dikonfirmasi di Indonesia. Langkah ini mencakup:
- Penguatan sistem deteksi dini di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan laut.
- Skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan dari negara yang melaporkan kasus.
- Edukasi bagi fasilitas pelayanan kesehatan dan laboratorium untuk segera mendeteksi dan merespons dugaan kasus.
- WHO juga terus memantau situasi global dan memasukkan Nipah dalam daftar patogen prioritas yang berpotensi menimbulkan wabah karena tingkat keparahan dan ketiadaan vaksin.
Gejala Virus Nipah
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
