Prabowo Hapus 'Lautan Seng': Saatnya Rumah Warga Tampil Lebih Adem dan Estetik dengan Gentengisasi
Presiden Prabowo Subianto-Sumber foto: ig @presidenrepublikindonesia-
INFORADAR.ID - Presiden Prabowo Subianto baru saja melontarkan ide yang cukup menarik perhatian banyak orang.
Beliau ingin pemukiman di Indonesia pelan-pelan meninggalkan penggunaan atap seng dan beralih ke genteng. Alasannya sederhana tapi ngena: beliau merasa pemandangan atap seng yang sudah berkarat bikin wajah lingkungan kita jadi kelihatan kurang tertata dan "panas".
Bagi beliau, keindahan lingkungan itu cerminan martabat sebuah bangsa, jadi sudah saatnya kita naik kelas soal urusan atap rumah.
Bukan cuma soal visual aja, langkah ini sebenarnya juga mikirin kenyamanan kita yang tinggal di bawahnya. Kita semua tahu gimana rasanya di dalam rumah beratap seng saat matahari lagi terik-teriknya—rasanya kayak lagi di dalam oven!
Belum lagi kalau hujan deras, suaranya sering bikin kita susah ngobrol. Dengan beralih ke genteng, harapannya rumah-rumah warga jadi lebih sejuk dan tenang, sekaligus bikin suasana desa atau kota kita jadi lebih asri kayak di film-film atau tempat wisata mancanegara.
Rencana besar yang disebut "Gerakan Gentengisasi" ini nantinya nggak bakal ngebani masyarakat sendirian. Pemerintah rencananya mau gandeng koperasi-koperasi di daerah buat memproduksi genteng berkualitas dengan harga yang masuk di kantong.
Jadi, ini bukan sekadar perintah buat ganti atap, tapi juga cara buat muterin ekonomi di desa-desa lewat produksi bahan bangunan lokal. Prabowo optimis dalam beberapa tahun ke depan, pemandangan dari atas pesawat nggak lagi warna cokelat karat, tapi merah bata yang rapi.
Misi "Indonesia ASRI": Bukan Sekadar Ganti Atap
Intinya, Pak Presiden pengen Indonesia itu nggak cuma maju ekonominya, tapi juga "enak dipandang" mata dunia. Lewat gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), urusan atap ini jadi langkah awal buat ngebangun kebanggaan baru.
Beliau percaya kalau lingkungan kita rapi dan indah, mentalitas dan semangat masyarakatnya juga bakal ikut positif.
Andrea Kesya Tindas Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Mathla'ul Anwar Banten
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
