Kronologi Temuan Virus Nipah di India dan Statusnya di Indonesia
kronologi temuan kasus virus Nipah di India [email protected]
INFORADAR.ID – Kasus virus Nipah yang terjadi di India mengkhawatirkan kesehatan global, khususnya negara Asia.
Seperti yang diketahui fatalitas kasus virus ini mencapai 40%-70% menjadikannya penyakit paling mematikan.
Otoritas kesehatan India kembali meningkatkan kewaspadaan setelah muncul laporan penularan virus Nipah di negara bagian West Bengal pada awal 2026.
Penyakit zoonosis berbahaya ini terdeteksi pada tenaga kesehatan dan langsung memicu respons cepat pemerintah India bersama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Begini kronologi penyebaran virus Nipah di India serta pengawasan ketat yang dilakukan otoritas India.
Deskripsi kejadian ditemukannya virus Nipah di India
Kasus bermula pada 12 Januari 2026, ketika otoritas kesehatan India mendeteksi dua kasus suspek di West Bengal.
Kedua pasien kemudian dikonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium di National Institute for Virology (NIV), Pune, pada 13 Januari 2026.
Dua kasus konfirmasi virus Nipah tersebut merupakan perawat di sebuah rumah sakit swasta di Barasat, Distrik North 24 Parganas. Kasus pertama adalah perempuan berusia 25 tahun asal Katwa, Distrik Purba Bardhaman, dengan gejala batuk, demam tinggi, sakit kepala, mual, malaise, hingga kehilangan kesadaran. Saat ini kondisinya dilaporkan kritis dan masih menggunakan alat bantu ventilasi.
Sementara itu, kasus kedua merupakan laki-laki berusia 25 tahun asal Midnapore, Distrik Paschim Medinipur. Ia mengalami gejala demam, menggigil, gangguan saraf, kejang, serta gangguan pernapasan. Kondisinya dilaporkan mulai menunjukkan perbaikan setelah mendapatkan perawatan intensif.
Meski tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negara bagian dalam satu bulan terakhir, investigasi menemukan bahwa kasus pertama sempat bepergian ke Distrik Nadia, wilayah yang berbatasan langsung dengan Bangladesh. Faktor ini menjadi perhatian dalam penelusuran sumber penularan virus Nipah.
BACA JUGA:Indonesia Putuskan Bayar Iuran Sukarela Rp16,7 T untuk Gabung Dewan Perdamaian Trump
BACA JUGA:Pulau Peucang: Surga Tropis di Ujung Barat Banten yang Menyimpan Keheningan dan Keindahan Alam
Selain dua kasus konfirmasi, otoritas kesehatan juga mencatat penambahan tiga kasus suspek yang terdiri dari seorang dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
