Disway Award

Tim Averouz Untirta Raih Medali Perak di Ajang Esai Internasional Malaysia

Tim Averouz Untirta Raih Medali Perak di Ajang Esai Internasional Malaysia

Mahasiswa Untirta raih medali perak di kompetisi internasional.--Dimas

INFORADAR.ID - Kabar membanggakan datang dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Tim Averouz, gabungan mahasiswa lintas fakultas, berhasil meraih medali perak dalam ajang International Essay Competition pada International Student Summit yang diselenggarakan oleh INSAN USIM Malaysia dan World Association of Young Scientists di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17-20 Oktober 2025.

Kompetisi bergengsi ini diikuti oleh peserta dari enam negara, yaitu Cina, Malaysia, Indonesia, Myanmar, Suriah, dan Timor Leste.

Tim Averouz terdiri dari Dimas Maulana Azis dari Fakultas Hukum, Raihana Syarifah dan Deni Putra Ardiansyah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Gibran Rasyad Fajari dan Mochammad Bagas Alfakhrizi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. 

BACA JUGA:Magang ke Jepang BAZNAS RI Untuk Lelaki Saja,Cek Syaratnya

BACA JUGA:‎Ketua Umum FSLDK Banten, Alam, Raih Anugerah Pemimpin Muda 2025

Kisah terbentuknya Tim Averouz bermula dari Raihana, yang pertama kali mencetuskan ide untuk mengikuti lomba esai internasional. Ia kemudian mengajak Bagas untuk mencari kompetisi yang sesuai. Setelah menemukan ajang ini, keduanya mulai merekrut anggota lain, yaitu Dimas, Gibran, dan Deni.

Dari proses sederhana itulah lahir sebuah tim yang akhirnya membawa nama Untirta ke level dunia. Namun perjalanan mereka tidak mudah. “Tantangan terbesar kami bukan hanya teknis, tapi juga emosional,” ungkap salah satu anggota tim.

Mereka harus menyeimbangkan antara kuliah, riset, penyusunan proposal pendanaan, dan persiapan lomba yang berlangsung hampir bersamaan. Jadwal padat, ide yang sempat buntu, hingga dana yang belum turun menjadi ujian berat. Meski begitu, semangat mereka tidak pernah padam.

BACA JUGA:Kisah Inspiratif Santi Rahmawati, Duta Favorit Asuransi Syariah UIN Banten

BACA JUGA:‎30 Pemimpin Muda Banten Diganjar Anugerah di Karnipora 2025 ‎

“Kami belajar bahwa kepemimpinan bukan soal memberi perintah, tapi tentang tetap kuat saat semua mulai merasa lelah. Saya pribadi menyadari bahwa setiap tim hebat tumbuh dari kepercayaan, komunikasi, dan rasa saling peduli," ungkap salah satu anggota tim.

“Kami saling dukung, saling percaya, dan terus percaya kalau setiap langkah kecil akan membawa kita lebih dekat ke mimpi besar. Pada akhirnya, rintangan tidak menghancurkan kita, tetapi membentuk kita," tambahnya.

Selama proses persiapan, menjaga komunikasi menjadi tantangan tersendiri. Mereka memastikan tidak ada anggota yang tertinggal informasi, tidak ada miskomunikasi yang berpotensi menimbulkan konflik, dan semua anggota memahami arah ide tulisan.

BACA JUGA:Kisah Muammar dan Chelsye Wajah Baru Asuransi Syariah UIN Banten

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: