Tim Averouz Untirta Raih Medali Perak di Ajang Esai Internasional Malaysia
Mahasiswa Untirta raih medali perak di kompetisi internasional.--Dimas
“Komunikasi yang baik sama dengan tim yang sukses,” ujar mereka. “Kami juga aktif menggunakan bahasa Inggris hampir setiap hari, agar terbiasa berbicara saat presentasi di depan juri internasional.”
Selain berkompetisi, mereka juga belajar dari pengalaman sosial selama di Malaysia. Berinteraksi dengan warga lokal dari berbagai etnis seperti India, Cina, dan Melayu, membuat mereka memahami pentingnya sikap toleran dan adaptif di lingkungan multikultural.
Momen paling emosional datang saat pengumuman hasil lomba. “Ketika pembawa acara menyebut ‘Silver Medal goes to Team Averouz from Sultan Ageng Tirtayasa University, Indonesia’, kami sempat terdiam tidak menyangka,” ungkap salah satu anggota tim. Tiga bulan persiapan penuh tekanan seolah terbayar dalam sekejap.
BACA JUGA:Festival Penutupan KKM Universitas Syeikh Nawawi Banten, Wujud Sinergi dengan Generasi Muda
BACA JUGA:Moralitas Terbalik: Cermin Retak Dunia Pendidikan Kita
Rasa haru meluap ketika mereka berdiri di panggung internasional membawa bendera Indonesia. "Rasanya luar biasa. Kami sadar, anak muda dari Serang pun bisa bersaing di panggung dunia. Momen itu akan tetap berada di hati kami selamanya, bukan sebagai trofi, tetapi sebagai pengingat bahwa kami berhasil bersama."
Dari pengalaman ini, para anggota Averouz sepakat bahwa keberanian untuk memulai adalah langkah pertama menuju keberhasilan. “Jangan pernah meremehkan potensi diri sendiri,” pesan mereka. “Kita mungkin dari kampus yang sederhana, tapi mimpi kita tidak pernah sederhana.”
"Mulailah dari hal kecil, tapi bermimpilah besar. Karena keberanian untuk melangkah, bahkan di saat kamu ragu, adalah langkah pertama menuju kemenangan,” kata mereka.
BACA JUGA:MAN 2 Serang Gelar P5RA, Tanamkan Nilai Kemandirian dan Tanggung Jawab pada Siswa
BACA JUGA:Komunitas Kejar Mimpi Serang Sukses Gelar Seminar FINVERSITY di Untirta
Mereka juga memegang teguh prinsip man jadda wajada yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.
“Pada mulanya kami tidak yakin karya kami akan lolos dan juga kami tidak pernah menyangka kami benar-benar menapaki luar negeri yang selama ini hanya dibayangkan di benak kami,” tuturnya.
Keberhasilan Tim Averouz menjadi bukti bahwa mahasiswa Untirta mampu bersaing di tingkat global. Lebih dari sebatas lomba, perjalanan mereka adalah kisah tentang kerja keras, kepercayaan, dan persaudaraan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
