Waspada! Teknik Manipulasi Paling Berbahaya yang Diam-Diam Menghancurkan Mental
Manipulasi-Pinterest/Ilham Rizky Agustin-
INFORADAR.ID- Manipulasi psikologis menjadi ancaman serius dalam kehidupan sosial modern. Tanpa disadari, banyak orang terjebak dalam permainan emosi yang perlahan menggerus kepercayaan diri, kebebasan berpikir, hingga kesehatan mental.
Teknik manipulasi bahkan dinilai lebih berbahaya dibanding kekerasan fisik karena bekerja secara halus dan sulit dikenali.
Salah satu teknik manipulasi paling berbahaya adalah gaslighting. Teknik ini membuat korban meragukan ingatan, perasaan, dan penilaiannya sendiri akibat penyangkalan terus-menerus dari pelaku.
Korban sering dibuat merasa bersalah, berlebihan, atau dianggap sebagai penyebab masalah, meskipun kenyataannya tidak demikian.
BACA JUGA:5 Rekomendasi Hadiah Valentine Sederhana tapi Bermakna, Dijamin Bikin Pasangan Tersenyum
BACA JUGA:Banjir Serang: 5 Trik Darurat Cegah Diare dan Jamur Kulit Ganas di Posko Pengungsian
Manipulasi juga kerap muncul dalam berbagai bentuk lain, seperti memainkan rasa takut, ancaman emosional, hingga memutarbalikkan fakta demi kepentingan pribadi.
Di era digital, teknik manipulasi semakin masif melalui media sosial, mulai dari narasi menakutkan, tekanan opini, hingga pembentukan citra palsu yang memengaruhi pola pikir publik.
Seorang mahasiswa UIN Sultan Maulana Hasanudin Banten, Melly Rahmalia, mengungkapkan bahwa manipulasi sering kali terjadi tanpa disadari, terutama dalam hubungan pertemanan dan lingkungan sosial.
“Manipulasi itu bahaya karena kita sering ngerasa semua salah kita. Lama-lama jadi takut ngomong jujur dan selalu nurutin orang lain,” ujarnya.
BACA JUGA:7 Tips Menjual Barang Preloved di E-Commerce
BACA JUGA:Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan Bisa Online
Menurut Melly, kurangnya literasi kesehatan mental membuat banyak orang sulit mengenali tanda-tanda manipulasi sejak awal. “Padahal kalau dibiarkan, efeknya bisa bikin stres berkepanjangan dan kehilangan kepercayaan diri,” tambahnya.
Beberapa tanda seseorang sedang mengalami manipulasi antara lain sering merasa bersalah tanpa alasan jelas, takut mengungkapkan pendapat, merasa tidak pernah cukup baik, serta selalu menomorsatukan kepentingan orang lain.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
