Kolaborasi Internasional Unsera, NUS, HKMU dan Reach52, Terobosan mHealth untuk Kesehatan Komunitas Indonesia
Kolaborasi Internasional Unsera, NUS, HKMU dan Reach52, Terobosan mHealth untuk Kesehatan Komunitas Indonesia-Unsera-
INFORADAR.ID - Akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan Indonesia mendapat dorongan signifikan melalui kolaborasi strategis yang dimulai sejak 2023 antara reach52, sebuah social enterprise bidang HealthTech, dengan Universitas Serang Raya (UNSERA), National University of Singapore (NUS), dan Hong Kong Metropolitan University (HKMU).
Setelah dua tahun berjalan, hasil evaluasi komprehensif yang dirampungkan pada 2025 menunjukkan bahwa pendekatan mobile health (mHealth) yang diusung terbukti memperluas jangkauan layanan kesehatan dan meningkatkan kesadaran serta perilaku hidup sehat di komunitas.
Program ini dilaksanakan secara intensif sepanjang tahun 2023 dengan melibatkan lebih dari 900 kader kesehatan masyarakat (CHW). Mereka dibekali pelatihan dan aplikasi digital untuk mendukung layanan seperti pengecekan tekanan darah, edukasi ibu dan anak, serta promosi hidup sehat.
Evaluasi data lapangan dilakukan oleh tim lintas negara selama 2024 hingga awal 2025, dengan pendekatan survei dan diskusi kelompok terarah (FGD) di wilayah Serang dan Tangerang.
“Kehadiran kader membawa informasi yang berguna dan membuat kami lebih memahami aspek kesehatan. Mereka memudahkan akses ke layanan kesehatan,” ujar seorang warga dari daerah Mauk.
Selama program berjalan, lebih dari 900 kader kesehatan masyarakat (CHW) dilatih menggunakan perangkat digital untuk layanan seperti pengecekan tekanan darah, edukasi ibu dan anak, serta promosi hidup sehat.
Data survei menunjukkan bahwa kepercayaan diri kader dalam memberikan layanan meningkat dari 76% sebelum pelatihan menjadi 82% setelah pelatihan.
Riani Purnamasari, Country Manager reach52 Indonesia, menyampaikan, kolaborasi ini bukan hanya mentransformasi layanan kesehatan, tetapi juga memperkuat posisi kader sebagai agen perubahan di komunitasnya. Dengan dukungan teknologi, mereka dapat melakukan lebih banyak.
Program ini juga melibatkan tim evaluasi lintas negara yang terdiri dari dosen dan peneliti UNSERA, NUS, dan HKMU. Salah satu peneliti, Nurul Amanina dari NUS menyatakan bahwa pendekatan reach52 selaras dengan Health Belief Model, yang terbukti mampu meningkatkan kesadaran, tindakan preventif, dan efikasi diri dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Dari perspektif tenaga medis, program ini membantu pencapaian target pelayanan kesehatan seperti deteksi dini tuberkulosis dan peningkatan kunjungan ke puskesmas. Meskipun demikian, tantangan seperti gangguan sinyal dan keterbatasan alat kesehatan masih perlu diatasi untuk mendukung keberlanjutan program.
Dr. Ing. Farid Wajdi, M.Sc., Ketua LPPM Universitas Serang Raya, menegaskan, kolaborasi lintas negara ini adalah contoh nyata bagaimana inovasi dan riset perguruan tinggi dapat diterjemahkan menjadi solusi konkret bagi masyarakat.
"Kami percaya, sinergi antara akademisi, pemerintah, dan sektor swasta seperti reach52 akan mempercepat transformasi layanan kesehatan, terutama di daerah yang selama ini kurang terjangkau. Inovasi digital dan pemberdayaan kader menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan mandiri,” tegasnya.
Hasil evaluasi yang baru dirilis ini tidak hanya menjadi dasar penguatan program ke depan, tetapi juga menjadi rujukan untuk publikasi ilmiah internasional yang sedang disusun bersama oleh para mitra universitas dan reach52. Kolaborasi ini menjadi model nyata integrasi antara teknologi, riset, dan pemberdayaan komunitas untuk menghadirkan layanan kesehatan yang inklusif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
