Di Ujung Nada Dering yang Tak Pernah Datang

Senin 26-10-2026,17:19 WIB
Reporter : Haidaroh
Editor : Haidaroh

Namun setiap kali ia hampir memutarnya, ia berhenti.

Bagaimana jika Larasati tidak mengangkat?

Bagaimana jika seseorang lain yang menjawab?

Atau lebih buruk lagi, bagaimana jika Larasati mengangkat telepon, tetapi suaranya sudah terdengar asing?

Bima menatap telepon itu lagi.

Benda kecil itu seperti gerbang menuju masa lalu yang belum selesai.

Ia membayangkan suara Larasati di seberang sana.

“Hello?”

Lalu ia akan berkata, “Hai… bagaimana kabarmu?”

Seperti percakapan lama yang pernah mereka lakukan ratusan kali.

Tetapi imajinasi tetaplah imajinasi. Di dunia nyata, ruangan itu masih sunyi.

 

4*********

 

Menjelang tengah malam, hujan mulai turun pelan.

Tetesannya mengenai atap seng di belakang rumah, menciptakan irama yang lembut. Bima memejamkan mata sejenak. Hujan selalu membuatnya mengingat hari pertama ia bertemu Larasati di stasiun.

Kategori :