Ritual Senja di Pasar yang Tak Ada

Senin 22-06-2026,13:14 WIB
Reporter : Haidaroh
Editor : Haidaroh

“Kau bisa,” katanya. “Hanya saja kau belum mau.”

Darma mengepalkan tangan.

Semua kenangan, semua penantian, semua harapan—berkumpul seperti gelombang yang tak ingin surut.

“Kalau aku melepaskanmu… apakah aku akan melupakanmu?”

Ratih menggeleng.

“Tidak. Tapi kau akan berhenti menyakiti dirimu sendiri.”

*******

Lama mereka saling diam.

Hanya suara ombak yang berbicara.

Akhirnya, Darma menarik napas panjang.

“Baik,” katanya.

Kata itu terasa seperti luka yang terbuka.

“Aku akan melepaskanmu.”

Ratih tersenyum, untuk pertama kalinya, benar-benar tersenyum.

“Terima kasih.”

Perlahan, sosoknya mulai memudar, seperti kabut yang tersapu angin.

“Ratih!” Darma memanggil.

Kategori :