“Ini untuk kebijaksanaan. Agar kau memahami mengapa ia pergi.”
Daun ketiga memiliki wangi yang asing, tapi menenangkan.
“Ini untuk ingatan. Agar kau bisa mengingatnya dengan utuh, tanpa luka.”
Dan yang terakhir, daun kecil dengan bau yang getir.
“Ini untuk keberanian. Untuk melakukan apa yang harus kau lakukan… meski itu menyakitkan.”
Darma menelan ludah.
“Kalau saya mengambil semuanya?”
Perempuan itu tersenyum tipis. “Tidak ada cinta yang membutuhkan segalanya sekaligus. Kau harus memilih.”
*******Ia akhirnya mengambil daun keberanian.
Bukan karena ia paling kuat, melainkan karena ia tahu, selama ini ia hanya bersembunyi di balik harapan.
Perempuan itu mengangguk.
“Baik. Sekarang, bawalah ini dan temui dia.”
“Di mana?”
Perempuan itu menunjuk ke arah laut yang mulai gelap.
“Di tempat yang tak bisa kau capai.”
*******Malam itu, Darma berjalan menyusuri pantai hingga air mencapai lututnya. Ia tak tahu apa yang ia cari, tapi langkahnya terasa ditarik oleh sesuatu yang tak terlihat.