Tekanan Sosial, Media, dan Kekerasan Simbolik
Salah satu pesan penting lagu ini adalah tekanan sosial. Pasangan muda menikah bukan karena siap, tetapi karena “sudah seharusnya”. Dalam konteks selebritas, tekanan ini berlipat ganda. Publik menuntut klarifikasi, media mengejar sensasi, dan narasi sering disederhanakan menjadi hitam-putih.
Kasus Denada dan Ressa tidak berdiri di ruang hampa. Ia berlangsung dalam ruang publik yang gaduh, tempat privasi mudah tergerus. Di sinilah terjadi apa yang oleh Pierre Bourdieu disebut kekerasan simbolik: ketika narasi dominan, media, opini publik, label sosial, memaksa individu menjalani identitas yang tidak sepenuhnya ia pilih.
Lagu The Hollies terasa relevan karena ia menolak romantisasi. Ia jujur tentang kebosanan, frustasi, dan rasa terjebak. Kejujuran semacam ini seharusnya menginspirasi para pihak untuk keluar dari narasi defensif dan masuk ke ruang tanggung jawab.
Nasihat Moral: Dari Cinta ke Tanggung Jawab
Izinkan penulis dalam esai ini, membetrikan beberapa penekanan moral yang dapat saya kemukakan, tentunya tidak hanya untuk Denada dan Ressa, tetapi juga bagi masyarakat luas.
Pertama, kedewasaan relasi diukur dari kesiapan menanggung konsekuensi, bukan dari intensitas perasaan. Cinta, ketertarikan, atau kedekatan emosional tidak otomatis melahirkan kesiapan menjadi orang tua.
Kedua, penyelesaian konflik yang bermartabat adalah bentuk cinta paling konkret kepada anak. Menjauhkan anak dari pertikaian verbal, dari konsumsi media, dan dari tarik-menarik klaim adalah tanggung jawab etis, bahkan sebelum tanggung jawab hukum.
Ketiga, diam kadang lebih dewasa daripada klarifikasi yang emosional. Dalam lagu The Hollies, tragedi muncul bukan dari kebencian, tetapi dari kelelahan. Konflik yang terus dipelihara di ruang publik hanya memperpanjang luka.
Belajar dari Melankoli
Too Young to Be Married adalah lagu tentang penyesalan, tetapi juga tentang kesadaran yang datang terlambat. Esai ini berharap kesadaran itu tidak selalu harus menunggu luka membesar. Kasus Denada Tambunan dan Ressa Rossano, apa pun ujung hukumnya menjadi cermin sosial bahwa relasi dewasa menuntut kedewasaan yang nyata, bukan sekadar pengakuan verbal.
Pada akhirnya, nasihat paling sederhana dari lagu ini adalah yang paling sulit dijalankan: jangan mengambil komitmen besar sebelum siap menanggung akibatnya, dan jangan melibatkan anak dalam kesalahan orang dewasa.
Melodi lembut The Hollies mungkin telah lama berlalu, tetapi pesannya tetap bergema: hidup tidak berhenti karena satu keputusan keliru, namun masa depan bisa rusak jika kita terus menghindar dari tanggung jawab yang seharusnya kita peluk dengan dewasa.