Ia menegaskan bahwa upaya gotong royong akan dilakukan demi keselamatan warganya yang terdampak pergerakan tanah ini.
“kami akan bantu jika dibutuhkan lahan atau tenda darurat,” tegasnya.
sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten lebak, Febby Rizki Pratama, mengonfirmasi bahwa timnya telah diturunkan ke lapangan untuk melakukan asesmen awal.
BACA JUGA:Daftar Konser K-Pop 2025 yang Lewatkan Jakarta, Fans Indonesia Harus Sabar Lagi
BACA JUGA:Nonton Sambil Belanja Makin Mudah, Shopee dan Vidio Kenalkan Vidio Shopping
Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat risiko serta kebutuhan mendesak masyarakat.
“Kami fokus pada pemetaan risiko serta penyesuaian bantuan,” ujarnya.
Febby menjelaskan bahwa kawasan Cilograng tergolong rawan bencana geologis, terutama pergerakan tanah. Namun, hasil detail baru akan diumumkan setelah asesmen selesai.
“Masih dalam proses pendataan. Kami akan informasikan hasilnya setelah semua selesai,” tutupnya.