9 Rumah Ambruk Akibat Pergerakan Tanah, Warga Girimukti Masih Mengungsi

Senin 04-08-2025,18:07 WIB
Reporter : Babay Kholifah
Editor : Haidaroh

INFORADAR.ID- Fenomena pergerakan tanah kembali mengancam pemukiman warga di wilayah selatan Kabupaten lebak. 

Tepatnya di Kampung Daroyong, Desa Girimukti, Kecamatan Cilograng, sembilan unit rumah warga mengalami kerusakan parah akibat bencana tersebut.

Insiden pergerakan tanah ini sebenarnya telah mulai terjadi sejak akhir tahun 2024. Kala itu, Longsor pertama kali muncul dan meluas ke pemukiman serta jalan desa.

Namun hingga kini, dampaknya masih terus dirasakan warga, dengan kondisi tanah yang belum stabil. 

BACA JUGA:Diusulkan Jadi Event Nusantara, Pesta Rakyat Cibaliung Libatkan 700 UMKM

BACA JUGA:Pesta Rakyat Cibaliung Masuk Kalender Event Nusantara, Bupati Pandeglang Berharap Ekonomi Daerah Maju

Kepala Desa Girimukti, Acep Deden Hidayat, menuturkan bahwa akibat pergerakan tanah, para korban terpaksa berpindah-pindah tempat tinggal karena rumah mereka tidak lagi layak huni. 

Ia mengungkapkan kekhawatirannya karena para warga hanya bisa mengandalkan keluarga terdekat sebagai tempat berlindung.

“Kami sangat khawatir, mereka tidak punya tempat tinggal tetap,” ujarnya.

Harapan besar telah disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Lebak serta lembaga terkait agar segera memberikan solusi konkret. 

“Kami ingin ada penanganan cepat, termasuk bantuan hunian sementara bagi korban pergerakan tanah ini,” ujar Acep.

BACA JUGA:Kopdes Merah Putih di Kabupaten Serang Siap Beroperasi, Warga Dipersilakan Bergabung

BACA JUGA:Bahagia Tanpa Boros! 5 Ide Self Reward Murah di Akhir Pekan yang Bikin Kamu Senyum

Ia juga menambahkan bahwa hingga kini bantuan yang diterima hanya datang satu kali dari Baznas dan BPBD Lebak.

Pihak desa, lanjut Acep, siap bekerja sama jika diperlukan dukungan lokasi evakuasi maupun penyediaan logistik darurat. 

Kategori :