
c. Yoghurt
BACA JUGA:5 Manfaat Olahraga Teratur untuk Kesehatan Jantung, Salah Satunya untuk Ini
BACA JUGA:4 Aplikasi Pengedit Foto Terbaik untuk Android, Cocok untuk Edit di Momen Lebaran
Kandungan asam laktat dalam yoghurt membantu memecah serat keras pada daging, cukup rendam daging dalam campuran yoghurt dan rempah selama 1-2 jam untuk mendapatkan hasil yang empuk dan beraroma.
d. Cuka atau Jeruk Nipis
Asam dari cuka atau air perasan jeruk nipis juga berfungsi untuk melunakkan daging. Campurkan cuka atau air jeruk nipis dengan sedikit air, lalu rendam daging dalam campuran ini selama 15-30 menit sebelum dimasak.
2. Pukul Daging dengan Palu Daging
Salah satu metode fisik paling umum untuk mengempukan daging adalah dengan memukulnya menggunakan palu daging. Teknik ini efektif untuk memecah serat-serat keras, sehingga daging menjadi lebih lembut.
3. Rendam Daging dalam Marinasi dengan Bahan Asam
Marinasi merupakan cara yang sangat efektif untuk mengempukkan daging sekaligus memberikan rasa yang lebih dalam. Pilihan bahan marinasi dengan sifat asam, seperti cuka, air jeruk nipis, atau jus lemon, dapat membantu dalam proses ini.
4. Sertakan Baking Soda dalam Proses Memasak
Baking soda berfungsi mengubah pH daging, sehingga seratnya menjadi lebih lunak. Cara penggunaannya cukup sederhana kamu cukup taburkan sedikit baking soda pada daging dan diamkan selama 15-30 menit, lalu bilas daging dengan air bersih untuk menghilangkan sisa baking soda.
5. Memasak Daging dengan Tekanan Tinggi
Menggunakan alat seperti pressure cooker (panci bertekanan tinggi) dapat mempercepat proses pengempukan. Panci ini meningkatkan suhu di dalamnya, sehingga daging menjadi lebih cepat empuk. Teknik ini sangat cocok untuk potongan daging keras seperti iga atau daging sapi bagian bahu.
6. Memilih Potongan Daging yang Tepat
Pemilihan potongan daging juga berpengaruh pada tekstur dan kelembutannya. Potongan dari bagian tubuh yang lebih banyak bergerak, seperti paha, dada, atau leher, umumnya lebih keras dan memerlukan waktu lebih lama untuk dimasak hingga empuk. Sebaliknya, potongan dari bagian yang lebih sedikit bergerak, seperti tenderloin atau sirloin, cenderung lebih empuk dan lebih cepat matang.