Disway Award

Kepala SMAN 1 Cimarga Dinonaktifkan, Dindikbud Fokus Pulihkan Aktivitas Belajar

Kepala SMAN 1 Cimarga Dinonaktifkan, Dindikbud Fokus Pulihkan Aktivitas Belajar

Siswa SMAN 1 Cimarga dapat konseling dari KPAI--Istimewa

INFORADAR ID - Pemerintah Provinsi Banten mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Fitria, usai muncul dugaan tindak kekerasan terhadap salah satu siswa. 

Kebijakan ini diambil menyusul aksi mogok massal para pelajar yang sempat menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.

Penonaktifan Kepala SMAN 1 Cimarga juga dimaksudkan untuk menjaga ketenangan lingkungan pendidikan dan memastikan proses belajar tetap kondusif.

Kasus ini berawal dari dugaan tindakan penamparan terhadap siswa kelas XII berinisial ILP (17) yang diketahui merokok di area sekolah. 

Insiden tersebut kemudian memicu reaksi keras dari para siswa SMAN 1 Cimarga yang menuntut pemerintah turun tangan dan memberikan kejelasan terhadap kasus ini.

BACA JUGA:Bersiaplah! Pemkot Serang Siapkan Aturan Wajib Rekrut Pekerja Warga Lokal Mulai 2026

BACA JUGA:BSU Oktober 2025 Belum Cair? Ini Penyebab dan Cara Daftarnya

Dindikbud Banten Pastikan SMAN 1 Cimarga Kembali Gelar KBM

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten, Adang Abdurrahman, memastikan pihaknya sudah meninjau langsung ke lokasi untuk menormalkan kembali proses KBM di SMAN 1 Cimarga.

“Kami berharap mulai hari ini seluruh siswa bisa kembali ke kelas. Fokus utama kami adalah memulihkan suasana belajar agar tidak ada lagi gangguan pada proses pendidikan,” ujar Adang saat ditemui di SMAN 1 Cimarga, Selasa 14 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, penonaktifan kepala sekolah dilakukan agar pemeriksaan dapat berjalan objektif dan tidak mengganggu aktivitas akademik. 

“Proses penyelidikan sedang berjalan di bawah koordinasi BKD. Sementara itu, sekolah tetap kami pantau agar pembelajaran tetap berlangsung dengan tertib,” tambahnya.

Guru SMAN 1 Cimarga, Yuyun, menuturkan bahwa kegiatan belajar sementara dialihkan ke sistem daring untuk memastikan siswa tetap mengikuti pembelajaran. 

“Kami tidak ingin mereka kehilangan jam belajar, jadi sementara kami alihkan dulu ke kelas online,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: