Ekonomi Sulit, Rumah Subsidi Buruh di Lebak Tengah Dipersiapkan Disnaker
132 Ribu KK di Lebak Belum Punya Rumah-Dok. Istimewa-
INFORADAR.ID - Bantuan program rumah subsidi buruh di Lebak untuk masyarakat yang memiliki penghasilan rendah.
Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Lebak tengah menggencarkan sosialisasi program subsidi rumah buruh di Lebak melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Program rumah subsidi buruh di Lebak ini merupakan inisiatif pemerintah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), termasuk para buruh di wilayah Lebak.
Dengan FLPP, buruh memiliki kesempatan untuk memiliki rumah layak melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi dengan suku bunga tetap, tenor panjang, dan persyaratan yang terjangkau.
Program rumah subsidi buruh di Lebak diharapkan dapat membantu pekerja yang belum memiliki penghasilan tetap.
Dikutip dari RADARABANTEN.CO.ID, Plt Kepala Disnaker Lebak, Rully Charuliyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan sosialisasi bersama bagian Human Resource Development (HRD) dari sejumlah perusahaan di Kabupaten Lebak.
“Kami telah bertemu dengan HRD perusahaan untuk menyampaikan informasi program ini, dan selanjutnya mereka akan meneruskan ke para pekerja,” ujar Rully dalam wawancaranya.
BACA JUGA:Banten International Stadium Diproyeksikan Jadi Kandang Alternatif Timnas
BACA JUGA:Banten Siap Jadi Tuan Rumah PON XXIII Tahun 2032
Ia menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membantu buruh yang sering menghadapi tantangan ekonomi akibat penghasilan tidak tetap.
Program FLPP ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo dalam program Asta Cita, yang menargetkan pembangunan 3 juta rumah untuk masyarakat.
Meskipun kuota resmi subsidi rumah untuk Lebak belum diumumkan, Rully optimistis program ini akan membantu banyak pekerja mewujudkan impian memiliki rumah.
“Kami berharap semakin banyak buruh di Lebak yang memanfaatkan fasilitas FLPP ini,” tambahnya.
Rully juga menyoroti pentingnya program ini bagi MBR, terutama buruh, untuk memiliki hunian yang layak. Dengan suku bunga rendah dan tenor panjang, program ini diharapkan meringankan beban ekonomi pekerja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
