Disway Award

Merokok Bikin Kanker Payudara & Serviks? Wanita Wajib Tahu

Merokok Bikin Kanker Payudara & Serviks? Wanita Wajib Tahu

Wanita Merokok-Pinterest-

INFORADAR.ID Merokok bukan sekadar kebiasaan buruk yang memengaruhi paru-paru saja. Bagi wanita, rokok menyimpan risiko mematikan untuk kanker payudara dan serviks yang sering kali tidak disadari. 

Zat karsinogenik seperti nikotin, tar, dan benzena dalam rokok langsung menyerang organ reproduksi dan payudara, meningkatkan peluang terkena kanker secara signifikan.

Kanker serviks menjadi ancaman utama bagi perokok wanita. Virus HPV memang penyebab utama, tapi rokok memperburuknya dengan melemahkan sistem kekebalan tubuh. 

Zat kimia rokok menumpuk di lendir serviks, merusak DNA sel dan memicu mutasi kanker.

Penelitian menunjukkan perokok wanita memiliki risiko kanker serviks 2-5 kali lebih tinggi dibanding non-perokok. 

Efeknya sinergis dengan HPV, sehingga stadium lanjut lebih cepat berkembang. Bahkan perokok pasif pun terancam karena asap rokok mengandung 70 karsinogen yang menyerang serviks.

Sementara itu, kanker payudara juga tak luput dari bahaya rokok. Rokok mengacaukan hormon estrogen, memicu pertumbuhan sel abnormal di jaringan payudara. 

Wanita yang merokok lebih dari 20 batang sehari berisiko 24% lebih tinggi terkena kanker ini.

Risiko melonjak jika merokok dimulai sejak remaja. Sebuah studi menemukan perokok awal usia 17 tahun memiliki peluang 1,14-1,24 kali lebih besar. 

Hubungan dosis-respons jelas: semakin lama dan banyak rokok, semakin parah kerusakannya pada sel payudara.

Selain kanker, merokok mempercepat penuaan payudara dan mengurangi efektivitas skrining mamografi. 

Wanita perokok sering terdiagnosis di stadium lanjut karena gejala awal tertutupi oleh kerusakan jaringan akibat rokok.

Merokok bukan faktor tunggal, tapi memperkuat risiko lain seperti obesitas dan riwayat keluarga. 

Kombinasi rokok dengan pil KB oral meningkatkan karsinogen estrogen 30 kali lipat untuk kanker serviks. Hindari juga vape yang mengandung zat serupa meski diklaim lebih aman.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: