Disway Award

Bukan Kaki yang Membawa Fitri Jauh, Tapi Tekad dan Kata

Bukan Kaki yang Membawa Fitri Jauh, Tapi Tekad dan Kata

Fitri di Podcast Jawara Fakultas Dakwah UIN Banten-Atala Gen RB-

Ia ingin suatu saat membukukan tulisannya. Bagi Fitri, menulis bukan pelarian, tapi cara menyampaikan hal yang tak bisa ia sampaikan secara langsung. “Aku sadar aku punya potensi di situ, dan aku pengen tulisan aku terus hidup.”

Fitri tak pernah memaknai disabilitas sebagai kekurangan. Baginya, keterbatasan adalah cara Allah menjaga dirinya. 

“Waktu kecil aku iri sama teman-teman yang bisa main, tapi aku sadar, mungkin Allah gamau aku ngelakuin hal-hal yang Dia gak suka. Dan dari situ, aku belajar empati.”

BACA JUGA:Penyandang Disabilitas Sulit Mendapatkan Akses Perbankan

BACA JUGA:Tingkatkan Inklusivitas, Bank Mandiri Buka 10.000 Rekening Tabungan bagi Penyandang Disabilitas

Fitri percaya bahwa bahagia adalah saat kita melakukan hal yang orang lain pikir tak mungkin. “Aku bahagia saat bisa lebih dari yang mereka kira.”

Untuk teman-teman disabilitas, Fitri berpesan, “Jangan fokus sama apa yang kurang, tapi lihat apa yang Allah kasih. Belajar, coba, dan jangan berhenti. Kita semua hidup di jalannya masing-masing.”

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: