Menolak Candu Layar, Tren Gen Z Buang Smartphone Demi
Dumbphone-Key Phone-
INFORADAR.ID — Di tengah gempuran arus algoritma yang adiktif, sebuah pergeseran budaya yang tidak di duga-duga muncul di kalangan generasi z. Alih-alih menggunakan ponsel pintar dengan spesifikasi kamera yang canggih, kini anak muda justru beralih memburu dumbphone, ponsel jadul yang hanya bisa digunakan untuk menelfon dan mengirim SMS.
Hal ini muncul karena banyak orang yang kini mulai menyuarakan digital detox, gerakan sehat demi menyelamatkan kesehatan mental karena terlalu sering terkena paparan konten media sosial yang sering kali mengabaikan realita yang ada.
Melansir dari laporan global lembaga riset pasar Counterpoint Research, penjualan ponsel fitur (feature phone) di kalangan remaja dan dewasa muda mengalami peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. Banyak dari mereka mengaku kelelahan mental (digital fatigue) akibat paparan notifikasi yang tiada henti.
Laporan dari Center for Countering Digital Hate (CCDH) turut memperkuat realitas ini dengan adanya data yang menunjukkan bahwa algoritma media sosial dapat memicu gangguan kecemasan dan depresi hanya dalam hitungan menit setelah aplikasi dibuka.
BACA JUGA:Sering Sembelit? Coba Minum Smoothie Kiwi Setelah Makan Malam
BACA JUGA:Menolak Cocoklogi, Ahmad Rifa'i Bedah Hubungan Al-Qur'an dan Sains Lewat Karya Ilmiah.
Menyadari dampak buruk tersebut, kini gen z memilih langkah bijak dengan melakukan "amputasi digital" agar tidak lagi terpapar dengan penggunaan media sosial secara berlebihan. Langkah ini bukanlah langkah mudah yang bisa diambil melihat arus informasi yang ada saat ini begitu bergantung dengan media sosial.
Dengan menggunakan dumbphone, mereka berhasil memangkas screen time secara drastis dari rata-rata 7–8 jam per hari menjadi kurang dari 2 jam saja.
BACA JUGA:Jabatan Fungsional dan Amanat Keadilan dalam Peraturan BKN
BACA JUGA:Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Jadi Ujian Integritas dan Profesionalisme Kejagung
Beralih ke ponsel jadul menjadi benteng pertahanan paling efektif bagi Gen Z untuk mendapatkan kembali ketenangan pikiran, memperbaiki kualitas tidur, dan membangun interaksi sosial yang lebih nyata di dunia riil.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: