Kisah Sulthon Alfahri, King of PBAK UIN Banten 2026
King Of PBAK-Istimewa -
INFORADAR.ID - Keberanian untuk bersuara sering kali tumbuh dari niat yang tulus. Hal itulah yang dibuktikan oleh Sulthon Alfahri, mahasiswa baru program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Pemuda asal Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ini berhasil mencuri perhatian hingga dinobatkan sebagai King of PBAK (Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan) 2026 pada rangkaian acara orientasi kampus yang berlangsung 1–3 September 2026 lalu.
Lulusan SMAN 1 Parungkuda ini melangkah ke kampus UIN SMH Banten dengan idealisme yang kuat. Pilihan mendalami ilmu komunikasi bukan tanpa alasan. Sulthon menyimpan misi besar untuk berdiri di garis depan sebagai penyambung lidah masyarakat.
“Alasan utama saya memilih prodi KPI karena saya ingin menyampaikan pesan yang benar dan efektif kepada semua orang tentang suara saudara-saudara kita yang dibungkam oleh orang-orang yang tidak adil di dunia ini,” ungkap Sulthon tegas saat diwawancarai.
BACA JUGA:UIN SMH Banten Resmi Buka PBAK 2026, Rektor Patok Target Lulus 100 Persen
BACA JUGA:MAHAPEKA UIN Banten Salurkan Air Bersih untuk Warga Kaduela
Gelar King of PBAK yang disandangnya menjadi kejutan manis di awal perjalanan akademiknya. Bagi Sulthon, predikat tersebut merupakan buah dari kesungguhannya mengikuti seluruh proses penyambutan mahasiswa baru. Namun, di balik riuk tepuk tangan dan gelar yang didapat, hal yang paling berkesan baginya adalah ruang pertemanan baru yang ia temukan. Ia mengaku takjub melihat dinamika sesama mahasiswa baru UIN Banten yang tidak hanya unggul dalam pengetahuan umum, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu keagamaan yang kuat.
Bagi Sulthon, pencapaian di masa PBAK hanyalah titik awal dari perjalanan panjangnya di Serang. Target kuliahnya tak sekadar mengejar nilai akademis tinggi atau lulus tepat waktu, melainkan menjaga konsistensi untuk terus membawa dampak positif, menghargai sesama, dan berani menyuarakan kebenaran.
Menutup perbincangan, pemuda Sukabumi ini membagikan pesan mendalam bagi siapapun yang masih dibayangi rasa ragu untuk melangkah dan bersuara di lingkungan baru.
"Rasa ragu itu wajar, kita tidak harus tunggu benar-benar sempurna dan jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Jadi jangan terlalu ragu untuk tampil, berpendapat, bersuara, atau mencoba hal-hal baru. Yang penting berani memulai dan terus belajar dari prosesnya," tutupnya.
BACA JUGA:Gandeng PN Pandeglang, Kelompok 35 Kukerta UIN Banten Salurkan 14 Tangki Air Bersih ke Desa Koranji
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: