Manchester City di Ambang Sanksi, Vonis 115 Pelanggaran Premier League Jadi Sorotan
gambar depan Etihad Stadium-nytimes.com-
INFORADAR.ID - Tim ternama liga Inggris Mancaster City kini sedang menghadapi badai besar berupa 115 tuntutan aturan finansial Premier League. Perkembangan terbaru dari komisi independen telah menyatakan klub bersalah di 114 tuntutan dengan dugaan pelanggaran yang diajukan liga.
Meski babak baru dari tuntutan ini telah secara luas diketahui oleh insan sepak bola seluruh dunia, pihak Premier League samapai saat ini belum mempublikasikan secara resmi kemuka umum.
Kasus ini bermula ketika Premier League pada Februari 2023 merujuk Manchester City ke komisi independen. Dugaan pelanggaran berkaitan dengan aturan finansial selama beberapa musim, termasuk kewajiban klub memberikan informasi keuangan yang akurat kepada Premier League.
BACA JUGA:Bukan Sekadar Koreografi, Mural ‘BELIEVE’ 2.625 Suporter Catat Rekor MURI di SUGBK
BACA JUGA:Seren Taun Cisungsang 2026 Dipersiapkan, Tradisi Budaya Lebak Kembali Jadi Perhatian
Menurut laporan Reuters, Manchester City dilaporkan terbukti melakukan 114 dari 115 pelanggaran yang didakwakan. Klub tetap membantah melakukan kesalahan dan menyatakan proses hukum masih berlangsung. City juga diperkirakan mengajukan banding terhadap keputusan tersebut.
Persidangan kasus tersebut berlangsung pada September hingga Desember 2024. Prosesnya melibatkan komisi independen yang terdiri dari tiga anggota. Besarnya jumlah dokumen dan dugaan pelanggaran membuat proses pengambilan keputusan berlangsung panjang.
Sanksi terhadap Manchester City juga belum ditetapkan. Berdasarkan aturan Premier League, hukuman dapat berupa denda, pengurangan poin, hingga sanksi lain yang ditentukan komisi. Karena itu, konsekuensi akhir belum dapat dipastikan sebelum proses resmi selesai.
Manchester City menyatakan proses Premier League masih berlangsung dan sejumlah tahapan penting belum selesai. Klub juga menegaskan tetap mempertahankan posisi yang telah disampaikan sejak kasus tersebut diajukan pada 2023.
BACA JUGA:Pisang Hijau, Kuning, atau Berbintik Cokelat, Mana yang Lebih Sehat?
BACA JUGA:Buaya Muara Lampung yang Dirawat 3 Tahun Dievakuasi, Pemilik Histeris
Perkembangan kasus ini menjadi perhatian besar sepak bola Inggris karena menyangkut aturan finansial dan proses penegakan regulasi kompetisi. Untuk saat ini, keputusan mengenai sanksi dan hasil akhir perkara masih menunggu tahapan resmi berikutnya, termasuk kemungkinan proses banding.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: