A Time for Us, di Antara Pagi Blora dan Senja Semarang
Ilustrasi cerpen Ahmad Sihabudin-By AI-
Tidak ada kata-kata puitis yang muluk.
Hanya sebuah rasa: keinginan untuk tetap bertahan.
Dan mungkin, di suatu tempat, lagu A Time for Us berbisik lembut:
There’ll be a time…
A time for us…
Someday…
Sore itu bukan akhir. Bukan pula kemenangan.
Sore itu adalah keputusan sederhana bahwa meski hidup ingin memisahkan, mereka tidak berhenti mencoba mendekat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
