INFORADAR.ID — Pemerintah Provinsi Banten terus memperkuat hubungan dengan berbagai organisasi kemasyarakatan sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan kondusivitas daerah. Penguatan komunikasi lintas elemen masyarakat dinilai penting untuk membangun situasi sosial yang aman sekaligus mendukung keberlangsungan pembangunan di Banten.
Komitmen tersebut terlihat dalam pertemuan Gubernur Banten Andra Soni bersama jajaran pengurus organisasi kemasyarakatan Partisan Siliwangi Sejati (PS Sejati) di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis (3/9/2026). Pertemuan tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam mempererat silaturahmi dengan organisasi yang memiliki basis anggota di tengah masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Andra Soni mengajak PS Sejati untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah Banten. Pemerintah daerah menilai organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis sebagai mitra dalam menjaga ketertiban sekaligus menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat.
Menurut Andra, kondisi daerah yang aman dan stabil membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, komunikasi dengan organisasi masyarakat terus dibangun agar setiap elemen dapat berkontribusi dalam menjaga suasana sosial yang tetap kondusif.
Ketua Umum DPP PS Sejati Aap Aptadi menyambut positif ajakan tersebut. Ia menyampaikan komitmen organisasinya untuk ikut berkontribusi dalam menjaga ketertiban masyarakat di Provinsi Banten serta mendukung berbagai program pembangunan pemerintah daerah.
Selain membahas sinergi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan, pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi PS Sejati untuk menyampaikan perkembangan serta rencana kegiatan organisasi. Salah satunya adalah agenda Rapat Kerja Nasional atau Rakernas yang dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026 di Hotel Mahadria.
PS Sejati sendiri disebut telah berdiri sejak 1922 dan membawa komitmen untuk merawat nilai-nilai perjuangan bangsa. Dalam menjalankan aktivitas organisasi dan kehidupan sosial, PS Sejati mempertahankan prinsip “silih asih, silih asah, silih asuh” sebagai salah satu nilai yang mereka pegang.
Penguatan hubungan antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan menjadi semakin penting di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Pemerintah membutuhkan dukungan masyarakat dalam menjaga ketertiban, sementara organisasi masyarakat dapat menjadi salah satu unsur yang membantu menyampaikan aspirasi sekaligus membangun komunikasi di tingkat masyarakat.
Kolaborasi lintas elemen juga memiliki kaitan dengan keberlangsungan berbagai aktivitas masyarakat. Kondisi daerah yang aman dan tertib dapat memberikan ruang bagi kegiatan ekonomi, sosial, maupun pembangunan untuk berjalan dengan lebih baik. Karena itu, menjaga stabilitas tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat.
Pemprov Banten berharap komunikasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan dapat terus dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat menghasilkan kontribusi nyata bagi pembangunan serta kehidupan masyarakat di Banten.
Nama penulis: Rizki Febriana mahasiswa magang Universitas Serang Raya