Hari Statistik Nasional 2026, Mengapa Data Menjadi Fondasi Penting Pembangunan?

Hari Statistik Nasional 2026, Mengapa Data Menjadi Fondasi Penting Pembangunan?

Ilustrasi data statistik -Studi Inca-

INFORADAR.ID — Hari Statistik Nasional (HSN) diperingati setiap tanggal 26 September di Indonesia. Pada 2026, peringatan ini menjadi momentum untuk kembali mengingatkan betapa pentingnya Statistik berkualitas dalam kehidupan masyarakat.

BPS menempatkan data sebagai bagian terpenting dalam mendukung perumusan suatu kebijakan dan pengambilan keputusan berbasis informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Peringatan HSN juga berkaitan dengan sejarah perkembangan statistik Indonesia. Tanggal 26 September dipilih karena bertepatan dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik, yang menggantikan aturan statistik peninggalan kolonial. Momentum tersebut kemudian ditetapkan sebagai Hari Statistik untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya data.

BACA JUGA:Pemprov Banten Siapkan Roadmap Penataan Kabel, Ini Perubahan yang Akan Dilakukan

BACA JUGA:Viral! Sensasi Donat Sourdough Kotak Hingga Smoothies Matcha Unik di Kafe Baru Bandung

Dalam pemerintahan, statistik digunakan untuk menggambarkan berbagai kondisi masyarakat, mulai dari kemiskinan, ketenagakerjaan, pendidikan, kesehatan hingga pertumbuhan ekonomi. BPS menyebut penyediaan statistik berkualitas menjadi salah satu fondasi dalam mendukung perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan.

Data juga memiliki kaitan dengan penyaluran program pemerintah. Informasi mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat dapat membantu pemerintah mengidentifikasi kebutuhan serta menentukan sasaran program secara lebih tepat. Karena itu, kualitas data menjadi penting agar kebijakan yang dibuat sesuai dengan kondisi masyarakat di lapangan.

Pada 2026, perhatian terhadap kualitas data semakin relevan karena Indonesia tengah melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. BPS menyebut hasil sensus tersebut akan menjadi basis data ekonomi yang mutakhir dan komprehensif untuk mendukung penyusunan kebijakan pembangunan.

Namun, data tidak cukup hanya dikumpulkan. Masyarakat juga perlu memiliki literasi statistik agar mampu membaca angka dan memahami konteksnya. BPS Sulawesi Tengah dalam rangkaian HSN 2026 menekankan bahwa data perlu diubah menjadi informasi dan wawasan yang dapat mendukung pengambilan keputusan.

Peringatan HSN 2026 menjadi pengingat bahwa data berkualitas merupakan bagian penting dari pembangunan. Pemerintah membutuhkan data yang akurat dan mutakhir, sementara masyarakat juga perlu menggunakan sumber statistik resmi ketika membaca informasi. 

Dengan budaya sadar data, angka dapat menjadi dasar untuk memahami persoalan sekaligus merancang kebijakan yang lebih sesuai kebutuhan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: